CABE RAWIT SEBAGAI ALTERNATIF MENCEGAH KANKER

OLEH: NURJALISMAR EKA SAPUTRI S.Pd
GURU MAN 1 KOTA DUMAI

Banyak masyarakat yang sering diserang oleh penyakit kanker. Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan dan menjadi salah satu penyebab kematian pria dan wanita diseluruh terbanyak di dunia. Penyakit kanker tidak mengenal usia, dapat menyerang anak-anak, remaja, hingga orang tua. Jumlah kematian disebabkan oleh penyakit kanker di dunia hampir mencapai 10 juta jiwa pertahun dan masuk ke dalam 5 penyakit paling mematikan, karena semua yang terkena penyakit kanker akan sulit untuk sembuh. Sebagai salah alternatif mencegah kanker, semua orang mengenal tumbuhan yang bernama cabai rawit, yang mana dalam cabai rawit tersebut memiliki kandungan kapsaisin yang dapat menimbulkan rasa pedas alami. Orang yang doyan atau suka makan makanan yang pedas akan cendrung memiliki resiko yang rendah terhadap penyakit kanker. Tumbuhan kecil yang bernama cabai rawit, mampu meningkatkan selera makan dan diketahui memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Manfaatnya yang diketahui antara lain dapat meningkatkan imunitas menurunkan berat badan, mengatasi diabetes, meredakan rasa sakit, mengurangi sakit kepala, melancarkan pernapasan dan masih banyak lagi. Bahkan menurut riset terbaru cabai rawit dapat menghambat sel kanker.

Kapsaisin adalah kandungan yang terdapat di dalam cabai. Kapsaisin zat penghasil rasa pedas yang apabila dikonsumsi menimbulkan sensasi disekitar mulut. Beberapa penelitian mengamati efek kapsaisin terhadap sel-sel kanker mulai dari yang tidak ganas sampai jenis kanker yang sulit untuk disembuhkan sehingga dengan kemoterapi sebagai satu-satunya pilihan pengobatan. Ternyata dengan menambahkan kapsaisin yang terdapat pada cabai rawit kinerja sel kanker tumbuh terlihat melambat atau tidak dapat tumbuh lama.

Pada wanita penyakit kanker payudara, adalah salah satu penyakit yang masih sangat banyak penderitanya.  Berbagai obat dan penelitian telah dikembangkan untuk membasmi sel kanker. Kini cabai rawit disebut sebut dapat melawan kanker, khususnya kanker payudara. kapsaisin merupakan komponen yang aktif membasmi sel-sel kanker payudara dalam tubuh. Termasuk jenis kanker lainnya, seperti kanker usus, tulang dan pankreas.

Beberapa pelelitian menemukan bahwa senywa kapsaisin memengaruhi membran, yang melindungi sel kanker, hal ini juga dikatakan oleh Dr. Lea Weber dari Universitas Ruhr di Bochum, Jerman menyatakan hal yang serupa bahwa kapsaisin mampu menyebabkan kematian sel dan menghambat pertumbuhan sel kanker contohnya, kanker tulang osteosarcoma, kanker usus dan kanker pankreas sementara sel normal tidak tersakiti.

Kemudian Dr. Lea Weber juga menambahkan kapsaisin secara spesifik memicu sel reseptor yang disebut TRPV 1. TRPV 1 merupakan reseptor mengontrol zat seperti kalsium, natrium yang berada di sel kanker. Reseptor ini bertugas mengendalikan senyawa mana saja yang bisa dijadikan bahan makanan untuk sel kanker. Disaat kapsaisin bertarung melawan sel kanker, hal ini menyebabkan sel kanker akan merusak dirinya sendiri sehingga banyak sel-sel tersebut yang mati. Seiring makin banyaknya sel kanker yang mati, tumor akan berhenti membesar. 

Apalagi di lakukan kemoterapi, akan lebih banyak lagi sel- sel kanker berguguran. Walaupun ada yang masih tetap bertahan sel kanker yang tertinggal itu tidak akan cepat berkembang sebagaimana sebelumnya. Ini berarti kemampuan penyebaran sel kanker tersebut didalam tubuh akan menjadi kurang.  Kapsaisin yang biasa kita temui pada tumbuhan cabai ini tidak efektif jika dimakan, dihirup atau disuntikan secara langsung, seperti orang yang biasa makan-makanan yang pedas. Kapsaisin sendiri baru bisa bekerja ketika digabungkan dengan obat-obatan yang lain yang khusus untuk membasmi kanker. Walaupun dengan demikian tetaplah bijak dalam mengonsumsinya, karena bisa-bisa kita merasakan efek samping seperti nyeri perut, mulas, insomnia, mengurangi sensitivitas lidah serta gastritis.

Editor: Aminpoel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us