PANDEMI COVID-19 MEMBUAT DUNIA PENDIDIKAN MELEK TEKNOLOGI

Suprihatin, S.Pd.I
Guru MTsN 1 Pelalawan

Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang belum mereda sampai hari ini, memaksa dunia pendidikan melaksanakan pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021 masih harus dengan cara Daring (dalam jaringan). Walaupun pembelajaran secara Daring sudah berjalan sejak bulan maret tahun 2020, bukan berarti kegiatan belajar mengajar secara daring saat ini sudah berjalan sesuai harapan. Artinya adalah masih ditemukan kendala dari berbagai sisi diantaranya adalah ketidaksiapan guru, siswa dan orang tua serta sarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran daring tersebut.

Bagi guru, mereka harus mendesain ulang pembelajaran, materi, dan evaluasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bagi siswa, mereka mesti mampu belajar dan beradaptasi dengan teknologi tersebut. Bagi orang tua, harus mampu menyediakan fasilitas pembelajarannya seperti komputer, laptop, notebook, atau handphone. Di sisi lain, terdapat sebagian daerah tempat tinggal siswa yang tidak memiliki jaringan internet.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa sistem pembelajaran daring merupakan suatu hal baru bagi kebanyakan guru, siswa dan orang tua. Pembelajaran secara konvensional (tatap muka) yang selama ini mereka dilakukan, sudah dianggap yang paling nyaman. Tetapi dengan munculnya wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, mau tak mau sistem pembelajaran konvensional itu dipaksa berubah. Jika sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di ruang kelas. Maka dimasa pandemi pembelajaran mesti dilakukan secara daring tanpa bertatap muka secara langsung. Selain berpisah secara fisik, pembelajaran secara daring membutuhkan pengetahuan serta kemampuan tentang internet dan teknologi informasi serta komunikasi yang baik.

Di satu sisi, guru mesti mampu menyiapkan desain pembelajaran dan materi yang cocok disajikan secara daring serta mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk melaksanakannya. Tapi di sisi lain, siswa dituntut menguasai teknologi informasi untuk mengikuti pembelajaran tersebut. Mungkin bagi sebagian guru dan siswa, tidak kesulitan menggunakan internet dalam pembelajaran daring. Tetapi bagi sebagian guru dan siswa yang masih gaptek (gagap teknologi) akan menjadi masalah. Walaupun mereka sudah memiliki telepon genggam pintar (smartphone), notebook atau laptop, namun belum pernah memanfaatkannya untuk pembelajaran daring. Kondisi seperti inilah yang kemudian memunculkan masalah baru. Berhubung pembelajaran secara daring sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan dimasa pandemi Covid-19 ini, maka guru dan siswa mesti memaksakan diri mereka sendiri untuk belajar dan memahami teknologi informasi.

Penguasaan teknologi informasi ini menjadi kewajiban bagi guru dan siswa bahkan orang tua. Oleh sebab itu, para guru dan siswa dihadapkan dengan tantangan baru yang mau tidak mau mesti mereka hadapi. Dengan berbagai cara, mereka berusaha belajar memahami dan menguasai teknologi informasi serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran daring. Ada yang belajar secara mandiri dan ada juga yang belajar secara berkelompok di sekolah masing-masing. Akibatnya setelah mereka menguasai dan mampu menggunakan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran daring, mereka baru merasakan betapa dimudahkan dalam berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran daring. Sebahagian guru, siswa dan orang tua yang selama ini kurang peduli terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan proses belajar mengajar, sekarang sudah bisa merasakan sendiri manfaatnya. Ternyata dengan menggunakan teknologi mereka sangat dimudahkan dalam melaksanakan pembelajaran. 

Teknologi informasi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sekarang proses belajar mengajar menjadi semakin mudah dan fleksibel. Artinya, di satu sisi pandemi Covid-19 memang menimbulkan efek negatif, tetapi di sisi lain juga mampu memberikan efek positif bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Pasti ada hikmah di balik musibah ini. Terbukti, setelah adanya wabah pandemi Covid-19, dunia pendidikan mengalami banyak kemajuan terutama pengetahuan di bidang teknologi.

Ini karena sistem sekolah harus menyesuaikan dengan wabah tersebut. Hal ini tentu saja mendorong guru, orang tua serta siswa lebih kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pendidikan. Sehingga cara belajar mengajar di sekolah, cara pandang guru terhadap penggunaan teknologi informasi pun juga berubah. Guru yang dulunya tidak peduli, sekarang mereka menjadi menguasai teknologi informasi. Sebelum terjadi pandemi ini, banyak sekali guru, orang tua, dan siswa yang masih gagap teknologi dan belum pernah menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Tetapi Sekarang dapat kita lihat, dalam beberapa bulan saja banyak guru dan siswa yang sudah sangat mahir menggunakan berbagai jenis teknologi pembelajaran, misalnya membuat video pembelajaran, memiliki channel youtube, menguasai google classroom, e-Learning dan lain sebagainya. Semoga penguasaan mereka terhadap teknologi informasi ini menjadi langkah awal kebangkitan mutu pendidikan di negara ini, dan bukan hanya merupakan euphoria sesaat dimasa pandemi ini saja.

Editor: Aminpoel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us