Anis Nur Rahmah, Mahasiswi Kampus STIT Al-Kifayah Riau Melaju Ke Final Olimpiade Matematika Dasar 2018

Anis Nur Rahmah, salah seorang mahasiswi yang membanggakan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau. Kebanggaan itu disebabkan beliau berhasil lolos ke Final dalam ajang Olimpiade Matematika Dasar tingkat perguruan tinggi se-Riau yang diadakan di Universitas Riau pada hari Sabtu 17 November 2018. Anis, sapaan akrabnya, bersaing dengan 72 peserta dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Riau dan beliau berhasil masuk babak final yang akan diadakan pada tanggal 25 November 2018 mendatang.

Utusan dari STIT Al-Kifayah Riau untuk mengikuti ajang perlombaan tersebut hanya satu orang yakni Anis Nur Rahmah. Beliau masih semester 1 (satu) program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Beliau mengatakan bahwa bakat matematika telah beliau asah sejak dari SMP dan dilanjutkan waktu jadi santriwati di Pesantren Jabal Nur Duri. Kemudian saya merasa senang dan bangga dengan kampus Al-Kifayah Riau memberikan peluang dan dukungan kepada saya untuk mengikuti lomba, ini semangat kampus yang saya bawakan. Kemudian, tahap berikutnya masih ada, jadi saya juga berharap ke kawan-kawan mahasiswa agar mendoakan saya agar juara di final nanti. Ungkapnya.

Sementara itu, Zalisman, M.Pd selaku ketua Prodi PGMI mengungkapkan kebanggaannya pada prestasi mahasiswa. Beliau mengatakan setelah menjuarahi pencak silat oleh Khairil Anwar, sekarang ada pula mahasiswi yaitu Anis Nur Rahmah yang masuk final lomba matematika dasar di tingkat dan mudah-mudahan juara di Final nanti. Ini membawa angin segar bagi kampus Al-Kifayah, unkapnya.

Ketika berita ini disampaikan kepada Pembina STIT Al-Kifayah Riau, Dr. Yundri Akhyar, MA beliau mengungkapkan kebanggaannya. Menurut beliau ada tiga hal yang membuatnya kagum, yaitu: pertama, lomba ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi yang besar dan lama, negeri dan swasta sedangkan perguruan tinggi kita masih baru. Kedua, mahasiswa yang ikut dari perguruan tinggi lain adalah mahasiswa jurusan matematika sedangkan kita dari jurusan PGMI. Ketiga, dari masing-masing perguruan tinggi banyak utusan sedangkan dari kita hanya 1 satu utusan. Hal ini menambah optimistic para pimpinan untuk terus mengembangkan bakat para mahasiswa. Beliau juga mengharapkan kepada dosen dan mahasiswa agar terlibat di berbagai lomba baik bersifat ilmiah, olah raga maupun seni sesuai dengan bakat masing-masing. (Amin).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us