Beasiswa Bidikmisi akan Diganti KIP Kuliah Mulai Tahun 2020

Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahidin mengemukakan tahun depan ada kemungklnan mengganti nama beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Tahun depan ada rencana untuk mengganti beasiswa Bidik Misi menjadi KIP Kuliah dengan jumlah penerima beasiswa mencapai sekitar 800.000 mahasiswa,” kata Didin Wahidin usai membuka Kontes Kapal Cepat tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat.

Didin menjelaskan sekitar 800 ribu mahasiswa yang memperoleh beasiswa pada 2020 secara rinci adalah 400 ribu untuk mahasiswa baru dan 400 ribu untuk yang “on going”.

Menurut Didin, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, tidak ada perubahan nominal yang diterima mahasiswa atau masih sama dengan Bidik Misi sebelumnya.

Nominal yang diterima mahasiswa (melalui rekening masing-masing) sebesar Rp. 650.000 per bulan dan Rp 2,4 juta per semester yang masuk ke rekening perguruan tingginya. “Untuk KIP kuliah nanti, datanya sudah ada. “Kami (Kemeristekdikti) sudah menyinkronkan data dengan Kemenaker, Kemendikbud dan Kemensos,” tuturnya.

Ia mengatakan sebagai tahap awal, KIP kuliah akan memberi prioritas pada mahasiswa yang kuliah di bidang science dan vokasi. Sedangkan untuk bidang atau ilmu-ilmu sosial pada tahap selanjutnya. “Bukannya tidak ada untuk ilmu-ilmu sosial,” katanya.

Dengan KIP Kuliah, lanjutnya, mereka yang saat sekolah (SMA sederajat) sudah memiliki KIP, maka eligible bisa mendapatkan KIP Kuliah. Untuk PTN, ada kewajiban memberi porsi 20 persen beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut sekitar 40 persen kuota Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah dialokasikan untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Ini naik hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang mana untuk Bidikmisi (nama KIP Kuliah sebelumnya) hanya sekitar 15 persen,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof. Nizam dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi X DPR di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.

KIP Kuliah merupakan beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, namun berasal dari keluarga kurang mampu. Disebutkan bahwa penambahan kuota itu menunjukkan perhatian pemerintah pada PTS. Jumlah kuota untuk KIP Kuliah ada 400 ribu.

Untuk PTS mana saja yang bisa mendapatkan alokasi KIP Kuliah, akan ditentukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di masing-masing wilayah. Kemendikbud memastikan anggaran untuk KIP Kuliah tidak akan terganggu karena adanya wabah COVID-19, karena sudah dianggarkan dalam APBN.

Berbeda dengan program beasiswa sebelumnya, untuk program studi tujuan tidak lagi harus terakreditasi A dan B, melainkan bisa juga yang terakreditasi awal atau C, terutama untuk calon mahasiswa yang berada di daerah terpencil.

Setiap penerima beasiswa KIP Kuliah mendapatkan bantuan sebesar Rp 6,6 juta per semester, yang terdiri atas Rp 2,4 juta untuk biaya kuliah dan Rp 4,2 juta untuk biaya hidup selama enam bulan

Sumber: tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us