Dosen STIT Al-Kifayah Riau Mengikuti Sosialisasi Program Pekerti Yang Diselenggarakan UNP

Perguruan tinggi sebagai “Human Resource Development Agent” menghadapi tantangan perubahan global yang tidak bisa dihentikan. Terlebih sekarang dunia menghadapi revolusi industri 4.0 yang tidak dapat dibendung, sehingga segala bidang urusan mesti bersiap menghadapi perubahan global ini. Hal ini menempatkan posisi perguruan tinggi terus ditantang memainkan peran strategisnya untuk menghasilkan lulusan terbaik dan berkualitas tinggi yang bisa punya daya tarung (fighting power) dalam dunia kerja.

Untuk menjawab tantangan di era global saat ini, perlu ditopang dengan penguatan dosen sebagai tenaga profesional, yang mampu menjalankan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan–teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang dapat menghadapi arus globalisasi yang tidak terbendung itu. Dengan demikian, kegiatan peningkatan profesionalisme dosen sangat diperlukan, karena dosen harus mampu memberikan dampak positif terhadap perguruan tinggi dan mengubah pendekatan instruksional dari teaching university menjadi learning university. Atas dasar kesadaran ini, pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA). Kegiatan ini diperlukan bagi para dosen agar mereka memiliki kemampuan dasar mengenai pedagogi, penelitian, etika pendidikan, e-learning, dan lain-lain terkait.

Sesuai dengan harapan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau mengutus beberapa dosennya untuk mengikuti Sosialisasi Prorgram PEKERTI yang diadakan oleh Universitas Negeri Padang (UNP) pada hari selasa, 13 November 2018 bertempat di Aula STKIP Aisyiyah Riau.

Ketua STIT Al-Kifayah Riau, Maspuri, M.Pd yang turut mengikuti sosialisasi tersebut mengatakan, sesuai dengan paradigma baru perguruan tinggi, para dosen dituntut bekerja secara profesional. Disamping itu mesti harus meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam substansi belajar mengajar yang membutuhkan pelatihan khusus. Oleh karena itu, bagi dosen peula mesti dilibatkan dalam program PEKERTI untuk peningkatan kompotensi, kemudian akan dilanjuktan ke Applied Approach (AA), Ungkapnya.

Sebagai kegunaan program ini, Maspuri menjelaskan. Pertama, setiap dosen yang akan mengusulkan sertifikasi harus lulus dulu PEKERTI dan Applied Approach (AA). Kedua, PEKERTI dan AA merupakan program untuk meningkatkan kompetensi dosen, tentu dosen sebagai tenaga pendidik profesional mesti mengikuti program tersebut. Ketiga, yang bisa melakukan tes PEKERTI dan AA, hanya instansi-instansi tertentu yang ditunjuk oleh pemerintah, ungkapnya. Kemudian, Robi Seprya salah seorang dosen STIT Al-Kifayah yang mengikuti sosialisasi mengatakan bahwa program PEKERTI ini dapat meningkat akreditasi kampus di mana dosen tersebut bertugas.

Dalam paparan narasumber menjelaskan beberapa materi yang akan disampaikan pada program pekerti tersebut yaitu:
1. Strategi peningkatan kualitas PT
2. Teori belajar dan mativasi
3. Model pembelajaran yang inovatif
4. Model pembelajaran berbasis IT
5. Desain Instruksional dan RPS/SAP
6. Penyusunan assessment
7. Analisis learning out-come dan tujuan instruksional
8. Keterampilan dasar mengajar
9. Penilaian proses pembelajaran
10. Penilaian hasil belajar
11. Penyusunan bahan ajar
12. Learning management system (LMS)
13. E-Book berbasis multimedia
14. Latihan praktis E-Learning
15. Peer teaching
16. Test online
Untuk mendalami semua materi ini, tentu tidak cukup waktu 1-2 hari. Hadi Alman sebagai ketua panitia menyampaikan hari ini masih tahap sosialisasi, program ini dirancang untuk dilaksanakan semala 7 hari berturut-turut dengan narasumber yang pakar di bidangnya sebagaimana yang telah sampaikan, tutupnya. (Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us