HEBAT, DUA DOSEN STIT AL-KIFAYAH RIAU JADI PEMBICARA KONFERENSI PUSAT STUDI GENDER DAN ANAK YANG DI TAJA UIN RADEN FATAH PALEMBANG

Luar biasa, dosen-dosen STIT Al-Kifayah Riau kembali mendapatkan rekognisi (pengakuan) akademik. Kali ini dalam acara Konfrensi Nasional yang diselenggarakan pada 15-17 November 2022 yang di taja oleh UIN Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan. Dosen yang di maksud adalah Yenda Puspita, S.Pd, M.Pd dan Wirda Ningsih,S.Pd.,M.Pd di daulat menjadi narasumber. Konfrensi ini mengambil tema “Meneguhkan peran pusat study gender dan anak (PSGA) dan Ulama perempuan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di satuan Pendidikan keagamaan islam (PTKI). Konfrensi ini menampilkan 100 paper terbaik yang telah di seleksi secara ketat oleh reviewer independent dari Reviewer Litapdimas, KUPI, Melbourne Australia University, dan PSKG Universitas Indonesia. Konferensi ini didesain sebagai ruang perjumpaan dan forum berbagi para pemangku kebijakan dan kepentingan terkait upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Sehingga, kegiatan yang dilaksanakan tidak terbatas pada diskusi ilmiah akademik, tetapi juga menfasilitasi terdokumentasinya best practice dan pengalaman dalam mendorong lahirnya kebijakan, upaya implementasi, pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual. “Kami dari pihak Yayasan mengapresiasi dan mendukung penuh dosen-dosen yang ingin melaksananakan tridarma perguruan tinggi. Kami merasa bangga akan prestasi Yenda puspita, M.Pd, dan Wirda Ningsih, M.Pd dan rekan-rekan. Bahkan bisa dikatakan dosen-dosen STIT Al-Kifayah mengugguli seluruh dosen swasta di bawah Kopertais, karena sangat banyak namanya  tercantum di buku manual Konfrensi Nasional Pusat studi gender dan anak. Semoga ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi rekan dosen yang lain untuk terus berkarya” Ujar Dr. Yundri Akhyar, MA ketua Yayasan Kifayatul Akhyar.

Yenda Puspita, S.Pd, M.Pd, dosen Prodi PIAUD STIT Al-Kifayah Riau dalam makalahnya berjudul “implementasi pendidikan seks perspektif islam dalam pencegahan tindak kekerasan seksual” menekankan Pendidikan seks sesuai sunah pada anak yaitu: mengenal bagian tubuh, jalin komunikasi yang baik dengan anak, gunakan bahasa yang sederhana dalam menjelaskan pendidikan seks kepada anak, gunakan metode dengan media yang menyenangkan bagi anak dalam memberikan pendidikan seks kepada anak, ajarkan budaya malu, dan ajari anak untuk selalu meminta izin masuk ke kamar orang tua atau saudaranya, tuturnya. Yenda Puspita, S.Pd, M.Pd yang saat ini sedang  menempuh Pendidikan S3 di Universitas Negri Yogyakarta (UNY) prodi PAUD ini menekankan pendidikan seks sangat peting pada anak usia dini.

Sementara Wirda Ningsih,S.Pd, M.Pd, dosen prodi PAI STIT Al-Kifayah Riau mengambil topik “protection and support for sexual violence against women and children in Riau” . Beliau menekankan berdasarkan hukum republik Indonesia, pemerintah wajib melindungi perempuan dan anak dari tindakan kekerasan dan diskriminasi. Amanat tersebut dilaksanakan oleh pemerintah melalui berbagai upaya penanggulangan dan pencegahannya melalui lembaga pemerintah. UPT PPA merupakan lembaga yang mendata program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program perlindungan dan dukungan terhadap kekerasan seksual di UPT PPA Riau. bahwa perlindungan dan dukungan bagi korban kekerasan seksual di UPTD PPA Riau berupa layanan pendampingan, tindak lanjut, konseling, dan bantuan hukum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us