KEUNTUNGAN JADI GURU

Apa yang saudara bayangkan bila mendengar kata “guru”? tentulah yang terbayang dalam pikiran saudara adalah orang yang banyak ilmu sehingga ia jadi mulia karena ilmunya, ia selalu mengajarkan ilmu kepada anak-anak didiknya dengan tekun dan ikhlas, derajatnya lebih tinggi dari keumuman orang banyak. Guru juga orang yang santun, ia terlihat berwibawa karena kesantunannya.

Guru dalam bahasa Arab di sebut dengan mu`allim artinya orang yang mengajarkan ilmu, ini juga berarti guru mesti terus bergelut dengan ilmu, mencari, berdiskusi, berlatih dan melatih, dibimbing dan membimbing, mendengarkan dan membaca banyak ilmu untuk diajarkan ke anak-anak didiknya dan orang lain yang membutuhkan ilmu. Intinya kebanyakan waktunya ia korbankan untuk mencari ilmu dan mengajarkan ilmu.
Orang yang memilih profesi guru memiliki keberuntungan dari profesi lainnya. Oleh karenanya seorang guru atau calon guru meski bahagia apabila mendidik manusia sebagai pilihan hidup. Berikut ini ada beberapa keuntungan orang yang memilih profesi menjadi guru, yaitu:

  1. Banyak Pahala

Mengajarkan ilmu termasuk dalam kategori mengamalkannya, mendapatkan banyak pahala. Sebagaimana tertulis dalam hadits “siapa yang menunjukkan suatu kebaikan, akan mendapakkan pahala seperti orang yang melakukannya”, maka semakin banyak mengajarkan ilmu, semakin banyak pula orang yang mengamalkannya, tentu pahala guru sebagai orang yang mengajar semakin banyak. Ilmu yang bermanfaat termasuk amal yang pahalanya tidak putus-putus meskipun orangnya telah meninggal dunia, sama seperti amal jariah dan punya anak yang shaleh.

  1. Profesi yang Mulia

Guru merupakan profesi yang mulia. Kemuliaan seorang guru datang karena tugasnya menyampaikan ilmu sedangkan ilmu itu cayaha dari Allah. Perlu juga diingat bahwa semua orang yang berdudukan tinggi di dunia ini adalah berkah didikan dan jasa guru. Seseorang tidak akan jadi presiden, menteri, gubernur, bupati, dan jabatan lainnya tanpa melalui bimbingan guru.

  1. Punya Peran Penting Masa Depan

Guru berperan sebagai orang tua anak-anak didiknya di sekolah, karena itu guru disebut sebagai Abu Ar-Ruh (ayah ruh) bagi anak didiknya, yang mengayomi mereka dan mendidik mereka untuk berkarakter baik, sehingga mereka menjadi orang sukses di masa yang akan datang. Sedangkan kebanyakan orang tua di rumah hanya sekedar Abu al-Jasad (ayah jasad) bagi anak-anaknya tidak pandai mendidik mereka untuk menjadi baik, meskipun ada orangtua yang bisa sekaligus sebagai Abu al-Jasad juga Abu ar-Ruh, maksudnya ia yang melahirkan juga ia pandai mendidik anak-anaknya, ini lah orangtua yang luar biasa.

  1. Pekerjaan tidak Menoton

Berbeda dengan kerja kantoran yang dihadapi tumpukan kertas-kertas untuk dikerjakan menjadi surat menyurat, profesi guru menghadapi anak didik sebagai makhluk hidup yang berakal, bercengkrama dengan mereka, tertawa, sekaligus mendidik dan membimbing mereka, dan menyampaikan kepada mereka kebaikan-kebaikan agar menjadi orang baik. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa lebih senang dan asyik sehingga menimbulkan kebahagiaan.

  1. Awet Muda

Kenapa guru bisa awet muda? Menurut penulis, ada beberapa hal yang membuat guru awet muda, diantaranya: pertama, guru selalu berpikir positif dalam segala hal. Kedua, guru selalu berpikir, berucap, dan bertindak yang baik-baik. Ketiga, guru selalu cepat bangun pagi dan mandi pagi sehingga membuatnya selalu sehat dan ceria di siang hari. Keempat, guru rajin beribadah dalam memperkuat jiwa dan keistiqomahan dirinya. Kelima, guru selalu tampil bersih dan rapi sehingga menyenangkan diri dan orang sekelilingnya, keenam, guru selalu melihat keceriaan anak didiknya yang belum berdosa sehingga membuatnya bahagia. Ketujuh, guru memilih hidup sederhana sehingga dengan kesederhaannya itu membuat hatinya lapang. Kedepalan, guru dengan ilmu terpenuhi kebutuhan intelektualnya yang membuatnya bahagia. Dari kesemua itu, membuat guru bahagia dan dari kebahagia itu membuat awet muda.

  1. Mendapatkan Libur Panjang

Cuti untuk guru berbeda dengan pegawai kantor yang waktu cutinya sangat sedikit dan sebentar, selain dapat masa citu seperti pengawai kantor (kecuali cuti tahunan), guru juga dapat cuti masa libur anak. Ketika anak sekolah libur, ia juga ikutan libur. Hal ini sangat menggembirakan bagi guru. Setelah ujian semester atau setelah ujian akhir semester yang liburnya lebih panjang yang bisa dinikmati guru bersama keluarganya.

  1. Dapat Gaji dan Sertifikasi

Guru meskipun tidak PNS tetap mendapatkan gaji dari sekolah atau dari Yayasan tempat ia mengajar, ditambah fungsional dan insentif, kemudian guru berpendidikan (S1) yang linier dengan bidang yang ia ajarkan, ia akan mendapatkan sertifkasi dari pemerintah. Sertifikasi ini bertujuan untuk motivasi agar guru tersebut rajin dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. Begitu juga guru yang berstatus PNS, selain gaji, tunjangan tambahan, uang makan, dan apabila pendidikannya linier ia juga mendapatkan sertifikasi dari pemerintah.

  1. Punya Banyak Idola

Orang yang sudah merasakan arahan dan manfaat dari nasehat-nasehat gurunya, pasti ia mengidolakan gurunya, karena tanpa bimbingan gurunya ia tidak akan mendapatkan kehidupan yang terarah bahkan tidak kenal dengan Sang Penciptanya, maka ada ulama berkata dengan untaian kalimat yang indah: laula murabbi, ma araftu rabbi (jika bukan karena guru, aku tidak mengal tuhanku). Dengan demikian, bimbingan guru sungguh besar manfaatnya untuk kesuksesan anak didiknya di dunia akhirat. Karena yang paling asas yang mesti diperkanalkan adalah Allah sebagai pencipta. guru lah sebagai wasilah mengenalkan Sang Pencipta itu. Tentu guru pantas untuk diidolakan.

  1. Berwawasan Luas

Guru merupakan profesi yang dekat dengan kegiatan baca tulis, maka ada tiga tugas guru, yaitu Writer (Penulis), Teacher (Pengajar), Speaker (Pembicara). Ketiga tugas ini tentu membuat guru berwawasan luas. Karena dengan banyaknya membaca, meulis, dan menyampaikan tentu intelektual guru semakin meningkat. Peningkatan literasi guru tentu melebihi dari orang berprofesi lain, seperti polisi, TNI, Tani, pedagang dan lainnya. Karena berbeda profesi tentu berbeda pula tuntutan tugas yang dijalani.

  1. Banyak Kenalan dan Teman

Guru selain pendidik juga sebagai pembimbing, penggerak, pelatih, dan sebagai pemotivasi. Dengan perannya tersebut, guru memiliki banyak kenalan mulai dari komunitas guru, murid, dan wali murid serta masyarakat. Dengan wawasan guru yang luas dan kecakapannya dalam komunikasi membuat banyak orang senang berteman dengan guru.

  1. Jam Kerja Fleksibel

Jam kerja guru tidak menoton, tidak duduk manis di kursi dari pagi sampai sore yang membuat sakit pinggang dan sakit-sakit yang lain. Kerja guru lebih fleksibel bisa duduk, berdiri, dan berjalan mengelilingi anak didiknya sehingga guru lebih sehat dan bahagia. Kemudian jam kerja guru juga lebih singkat dari pegawai kantor, tugas wajib dalam mengajar sebanyak 24 jam dalam seminggu. Selebihnya digunakan untuk kegiatan admistrasi yang juga tidak menoton.

Melihat keuntungan di atas, berbahagialah saudara yang sudah menjalani tugas sebagai guru atau saudara yang sedang kuliah di bidang keguruan. Karena betapa banyaknya keuntungan profesi guru, sehingga banyak orang yang cita-cita awalnya tidak ingin jadi guru kemudian masuk jurusan non keguruan seperti hukum, pertanian, ekonomi dll. tetapi mereka tetap memilih guru sebagai aktivitas masa depannya, akhir meskipun sudah sarjana, mereka ikut kuliah lagi di bidang keguruan agar mereka bisa diakui oleh pemerintah sebagai guru. Oleh karena itu, bagi saudara yang sudah menjadi guru agar bersungguh-sungguh dalam mengajar dan membimbing anak didik agar mereka sukses dunia akhirat, dan bagi saudara yang sedang kuliah di keguruan, agar menjalani proses perkuliahan dengan disiplin, sungguh-sungguh menggali ilmu pedagogig agar memiliki wawasan luas sebagai bekal untuk mengajar setelah tamat kuliah. [Dr. Yundri Akhyar, M.A]

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us