MEDSOS YANG “MASUK SURGA”

Ditulis Oleh:

Syahri Ramadhan, S.Psi., M.S.I.

 

Pesatnya perkembangan teknologi informasi  dalam media sosial (medsos) seperti pisau bermata dua, dampaknya bisa positif (baik) atau negatif (buruk) bagi pribadi maupun masyarakat. Bagi masyarakat yang memiliki imunitas tinggi (yang baik) terhadap budaya asing dan informasi luar yang tidak baik, mereka lebih adaptif dan cenderung memanfaatkan perkembangan medsos dengan cara-cara dan tujuan yang konstruktif. Misalnya, dengan bermedsos mereka bisa meningkatkan taraf ekonomi, bisa menjalin relasi sosial yang lebih baik, dan menyiarkan ajaran agama dengan mudah sehingga menjangkau semua kalangan. Namun, di sisi lain bagi masyarakat dengan imunitasnya rendah, mereka cenderung kehilangan jati diri, meredupnya nasionalisme, masuk kelompok terorisme, dan yang banyak melanda adalah mereka teralienasi dari dunia nyata, aktivitas hidup mereka bertransformasi ke medsos, seperti Instagram, Whats App, Tik Tok, dll.

Munculnya syndrome Tik Tok, terjadinya perselingkuhan di medsos, meninggal dunianya bayi di Korea Selatan akibat ditelantarkan orang tuanya yang bermain game online mengasuh bayi avatar, banyaknya remaja yang kecanduan game online bahkan sampai schizofrenia (gila) karena saking candunya adalah sedikit gambaran dari abnormalitas perilaku akibat pemakaian medsos yang destruktif.

Fenomena lain yang menarik sekaligus memilukan adalah split personality (kepribadian terpecah). Fenomena ini ditandai dengan banyaknya peselencar medsos yang menampilkan diri (persona/memakai topeng) bukan sebagai dirinya yang sebenarnya. Carl Gustav Jung, seorang ahli psikologi dan penerus psikoanalisis Sigmund Freud mengatakan bahwa manusia itu memiliki topeng (persona) lebih dari satu untuk digunakan dalam berinteraksi dengan dunia sosialnya. Namun, sebetulnya persona tersebut masih dalam batas kewajaran atau normal bila dimainkan sesuai peran yang realistis. Akan tetapi, bila persona tersebut dipakai untuk memainkan peran yang tidak realistis, maka hal tersebut dapat mengarah kepada abnormalitas, seperti split personality.

Split personality bisa menipu pengidapnya yang merasa seakan-akan dia sudah berbuat baik, sudah soleh, sudah merasa menjadi isteri atau suami yang baik dengan saling memuji pasangan, menampakkan kebahagian keluarga yang seolah sakinah mawaddah wa rahmah di medsos, padahal tidak seperti itu. Bahkan, ada sebagian peselancar medsos yang konten medsosnya berisi nasehat-nasehat bijak untuk orang lain, tapi yang punya tertangkap basah suka bermaksiat. Banyak orang yang menjadi bijak dan penuh maaf dengan status medsosnya, tapi nyatanya penuh amarah dan banyak musuh. Akhirnya, yang masuk surga adalah medososnya.

Islam sebagai agama bukan hanya mengatur masalah ibadah saja, tapi juga mengatur bagaimana kita bersosialisasi, termasuk bermedia sosial. Dalam hadis riwayat At-Tirmizi Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersaba “Sebaik – baik keislaman seseorang adalah, dia meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya”. Artinya, bermedsos adalah sesuatu yang mubah (boleh) selama tidak melanggar syari’at, tapi bila menimbulkan kemaksiatam maka wajib ditinggalkan. Ketika dia meninggalkan segala yang tidak bermanfaat bahkan buruk bagi dirinya, maka itu tanda kebaikan agamanya.

Menampakkan kebaikan di medsos dengan tujuan mendapatkan pujian orang, ini disebut riya, riya adalah bagian dari perbuatan syirik kecil, maka sebaiknya ditinggalkan. Menyampaikan pesan yang baik di medsos adalah sesuatu yang baik, tapi menjadi sia-sia dan mengundang murka Allah karena Allah sangat murka kepada orang yang suka berkata, tetapi dia tidak melakukannya (lihat Al-Qur’an surat Shaf ayat 2-3).

Maka, hiduplah dengan sebenarnya, terimalah kenyataan, jika kenyataan itu buruk perbaikilah, jangan bersembunyi di balik topeng kepalsuan (kemunafikan), jika sudah baik istiqomahlah di atas kebaikan tersebut sampai mati. Pegang dengan kokoh, jangan lepaskan walaupun perihnya seperti menggenggam bara api. (Wallahu A’lam).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us