MENGULIK RAHASIA KECERDASAN BANGSA YAHUDI

ANDIK BAWO INTAN SITI AISYAH
MTSN 1 PELALAWAN

Bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa yang cerdas, banyak ide dan penemuan besar diciptakan oleh orang-orang Yahudi. Sejarah dunia juga mencatat beberapa tokoh Yahudi yang dikenal sepanjang zaman berkat kecerdasaan mereka dalam bidang yang mereka tekuni, seperti Niels Bohr yang berhasil meraih hadiah nobel, Albert Einstein seorang ilmuwan jenius di bidang fisika, Sigmund Freud pencipta Teori Psikoanalisa di bidang ilmu psikologi, Bill Gates ahli teknologi dan masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, serta Mark Zuckerberg seorang programmer pencipta facebook.

Tokoh-tokoh di atas hanya sebagian kecil dari begitu banyak orang Yahudi yang mendapatkan pengakuan dari dunia berkat kecerdasan mereka. Begitu banyaknya bangsa Yahudi yang bersinar karena kecerdasannya, sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan tentang mereka. Kenapa bangsa Yahudi begitu cerdas? Bagaimana mereka bisa sampai secerdas itu? Ternyata semua pertanyaan di atas dapat ditemukan jawabannya dalam tesis Dr. Stephen Carr Leon.

Dr. Stephen Carr Leon secara garis besar mengungkapkan ada empat rahasia mengapa bangsa Yahudi begitu cerdas, yaitu:

  1. Persiapan Melahirkan

Penduduk Israel yang mayoritas penduduknya merupakan bangsa Yahudi, memiliki suatu kebiasaan bagi wanita yang sedang hamil. Kebiasaan tersebut adalah sering bernyanyi dan bermain piano. Tidak hanya sampai disitu, ternyata para suami juga akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama sang istri sampai sang istri melahirkan. Mereka percaya hal tersebut akan melatih kecerdasaan otak si anak yang masih dikandungan.

  1. Cara Makan

Sejak awal mengandung para wanita Yahudi suka sekali memakan kacang badam (almond) dan kurma bersama susu. Sedangkan makanan utama mereka adalah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Selain itu mereka juga mewajibkan diri untuk mengonsumsi pil minyak ikan.

Meskipun bangsa Yahudi gemar memakan ikan, tetapi mereka hanya memakan isinya saja. Selain itu mereka tidak pernah menghidangkan atau memakan daging dan ikan secara bersamaan. Beda halnya dengan salad dan kacang-kacangan yang harus selalu ada, terutama kacang badam.

Hal lain yang unik adalah bangsa Yahudi akan memakan buah-buahan terlebih dahulu sebelum hidangan utama. Menurut mereka kalau memakan hidangan berkarbohidrat terlebih dahulu akan menyebabkan orang mengantuk. Akibatnya, orang tersebut akan lemah dan kesulitan dalam memahami pelajaran di sekolah.

  1. Anti Merokok

Di Israel, merokok adalah hal tabu. Apabila Anda diundang untuk perjamuan makan di rumah orang Yahudi, jangan sekali-kali merokok karena Anda akan langsung disuruh merokok di luar rumah. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Israel menunjukkan bahwa nikotin dapat merusak sel utama pada otak manusia. Selain itu nikotin juga akan melekat pada gen. Sehingga anak keturunan perokok akan mengalami yang cacat otak atau menjadi bodoh.

  1. Sistem Pembelajaran dalam Pendidikan

Sejak kecil anak-anak Yahudi telah dilatih bermain piano dan biola. Hal ini sudah seperti kewajiban bagi sistem pembelajaran mereka sejak dini. Menurut saintis Yahudi bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ karena hentakan musik dapat merangsang otak. Jadi tidaklah mengherankan banyak pakar musik berasal dari kaum Yahudi.

Saat sekolah dasar, anak-anak Yahudi akan diajarkan matematika berbasis perniagaan dan pelajaran IPA. Selain mata pelajaran itu, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang wajib diikuti oleh anak-anak Yahudi adalah olahraga lari, memanah, dan menembak. Memanah dan juga menembak merupakan latihan untuk otak agar dapat focus. Sedangkan menembak merupakan latihan persiapan bela negara.

Saat sekolah menengah dan perguruan tinggi, murid-murid lebih difokuskan pada pelajaran sains. Mereka didorong untuk meneliti atau menciptakan sebuah produk. Apa lagi kalau yang diteliti itu berhubungan dengan senjata, medis, dan mesin. Ide itu akan dibawa ke level yang lebih tinggi, tidak peduli kalau proyek tersebut menghabiskan dana yang besar.

            Berdasarkan paparan Dr. Stephen Carr Leon dapat disimpulkan bahwa melahirkan anak dengan keturunan yang cerdas adalah suatu keharusan bagi bangsa Yahudi. Pemikiran seperti inilah yang seharusnya diterapkan pada bangsa Indonesia, terlebih lagi bagi orang-orang yang memulai sebuah keluarga.

Tentunya menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas bukan perkara yang bisa diselesaikan dalam semalaman, semuanya memerlukan proses. Untuk melakukan dan menjalani proses itu dibutuhkan suatu jurus yang ampuh, yang berdasarkan pengamatan dan pembelajaran. Belajar bisa dari mana saja, salah satunya dari bangsa Yahudi. Walaupun banyak orang yang anti terhadap bangsa Yahudi, namun tidak ada salahnya jika kita mengambil dan mempelajari sisi positif dari bangsa Yahudi agar kita dapat melahirkan generasi yang cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us