MENJADIKAN HIKMAH MAULID NABI UNTUK MEMBANGUN KEPRIBADIAN MAHASISWA YANG PEDULI TERHADAP SESAMA PADA GENERASI MILLENIAL

Pekanbaru – Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau mengadakan acara maulid Nabi Muhammad saw tahun 1443 H yang dilaksanakan di Aula Kampus Al-Kifayah berlokasi di Jalan Uka – Iskandar Muda Kelurahan Air Putih Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, Sabtu (23/10/2021).

Tema Maulid Nabi tahun ini ‘Menjadikan Hikmah Maulid Nabi Untuk Membangun Kepribadian Mahasiswa Yang Peduli Terhadap Sesama Pada Generasi Millenial’ dengan penceramah Ustadz Dr. H. Saidul Amin, MA. Beliau Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan Pakar di bidang Filsafat Barat serta beliau juga salah satu da’I kondang di Provinsi Riau, ujar Asmardi selaku Katua Panitia.

“Untuk menjadi mahasiswa yang hebat harus menguasai 3H (Head, Heart, Hand). Mahasiswa harus bisa menyatukan head (otak/kognitif), heart (spiritual/afektif), hand (keterampilan/psikomotorik). Menyatukan 3H tersebut adalah kunci meraih kesuksesan di masa depan. ujar Dr. H. Saidul Amin, MA

Kemudian beliau menjelaskan yang pertama head yang dimaksud adalah sebagai mahasiswa harus bisa membuka dan menghidupkan ruang-ruang diskusi antar mahasiswa dan dosen. Sehingga dengan seperti itu akan muncul ide-ide baru dan cemerlang yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan agama, sains, teknologi maupun ilmu pengetahuan. Kedua heart maksudnya adalah pendidikan itu harus berbasis kepada kejiwaan/spiritual atau pendidikan agama. Sehingga tidak muncul di masa depan orang-orang yang rakus dan tidak jujur serta egonya tinggi. Sedangkan yang ketiga hand maksudnya adalah mahasiswa harus mempunyai skill atau keterampilan yang berguna untuk masa depannya. Apabila mahasiswa hanya ingin seperti biasa-biasa saja, maka tunggulah nanti dia akan biasa-biasa di masa depan dan akan bergabung dengan orang yang biasa. Kita sebagai umat Islam harus belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras.

Dengan lahirnya manusia-manusia yang berkualitas, maka keutuhan bangsa dan agama semakin erat dan setiap manusia mampu berpastisipasi dan mengembangkan potensinya. Hal ini sangat penting, karena pendidikan sekarang ini di negara kita dihadapkan dengan masalah rendahnya menguasai kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, sehingga lahir orang-orang yang kurang empati dan simpati terhadap sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us