PELATIHAN METODE TILAWATI DI KAMPUS AL-KIFAYAH RIAU ANGKATAN PERTAMA

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mempelajari, mendengarkan, membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkannya.

Dalam sebuah lembaga pendidikan, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak didiknya secara tekun dan serius agar tercapai tujuan dari pendidikan yang diinginkan. Proses fasilitasi seorang guru akan efektif jika proses pembelajaran yang berlangsung tidak menoton. Oleh karena itu, guru mesti menggunakan beragam variasi metode pembelajaran. Tujuannya agar materi yang disampaikan oleh guru dapat diserap dengan maksimal oleh siswa. Siswa bisa cepat memahami maupun menghafal materi belajar.

Berbagai metode dihadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam membaca dan mempelajari al-Qur’an. Salah satu metode dalam Pembelajaran Al-Qur’an yang mudah dan menyenangkan adalah Metode Tilawati. Kelebihan metode ini, pertama, praktis dalam penyampaiannya; kedua, menggunakan nada rost (3 nada yaitu datar, naik, turun) sehingga anak merasa senang, ketiga, disusun buku/kitab dasar mulai dari jilid 1-6, keempat, menggunakan pendekatan klasikal peraga dan pendekatan baca simak murni secara seimbang. Kelima, terukur penilaiannya.

Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran jilid satu sampai lima adalah lima belas bulan. Lima kali tatap muka dalam satu minggu. Tujuh puluh lima menit setiap tatap muka.

Pemprogramkan standarisasi guru al-Qur’an dengan metode tilawati dilakukan untuk meningkatkan kualitas civitas akademika khususnya guru dan siswa dalam bacaan al-Qur’an. Oleh karena itu, untuk melihat kemampuan peserta, munaqis telah melakukan uji komptensi semua peserta secara individu. Kemudian dibagi kelompok untuk pelaksanaan micro teaching, sehingga masing-masing peserta dilatih mengajarkan metode tilawati ini.

Metode ini akan mulai diterapkan di unit-unit satuan pendidikan di bawah naungan Al-Kifayah mulai tingkat RA dan seterusnya pada tahun ajaran baru 2022/2023, pihak yayasan ingin di semua unit di isi dengan dengungan seirama dengan nada rost. Memang selama ini keunggulan Al-Kifayah adalah al-Qur’an tetap belum semua guru seirama, maka setelah acara ini akan diadakan koordinator tilawati di Al-Kifayah yang berasal dari internal guru. Oleh karena itu semua guru yang mengajar mesti memiliki sertifikat tilawati.

Acara pelatihan berlangsung fullday selama 2 (dua) hari yaitu Sabtu dan Minggu (27-28/11/2021), di Aula Kampus Al-Kifayah Riau. Kegiatan ini menghadirkan tutor Nasional yaitu Kiyai Muhammad Kholili dari Madura juga dipandu oleh tim Tilawati cabang Pekanbaru dari Pondok Pesantren Aulia Cendikia yang dipimpin oleh Kiyai Masduki Fadli, S.Sos.I. di dalam kesibukannya, Pak Kiyai turut hadir dalam memberikan support dan mengarahkan acara pelatihan ini.

Peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru Al-Kifayah mulai dari tingkat RA, TPQ, MDTA, MI, MTs, dan MA, kepala sekolah dan guru-guru Pesantren Babubussalm serta mahasiswa kampus Al-Kifayah Riau. Seluruh peserta berjumlah lebih kurang 60 orang.

Kegembiraan dan antusias peserta terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Peserta tampak serius, fokus, dan senang mengikuti kegiatan ini hingga usai. Peserta juga bersemangat mengikuti Munaqasah/ Ujian Pembelajaran metode tilawati. Sungguh banyak ilmu dan pengalaman yang berbeda mereka dapatkan melalui kegiatan ini.

Penitia dalam kegiatannya ini adalah Mega Yeni (ketua), Masdayani (Sekretaris), Elfi (Bendahara), mereka bekerja dalam bimbingan tim tilawati dari Ponpes Aulia Cendikia. Meskipun panitia terbatas, karena niatnya hanya membantu untuk menyemarakkan al-Qur’an, tetapi alhamdulillah acara berjalan lancar. Semoga kedepan acara yang semacam ini tetap lebih semarak.

Dalam acara penutupan, ketua Yayasan Kifayatul Akhyar menyampaikan tekadnya untuk memasukkan metode tilawati dalam kurikulum perkuliahan di Kampus Al-Kifayah Riau sebagaimana sudah diberlakukan di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia, agar alumni memiliki metode mudah dan menyenangkan dalam pembelajaran al-Qur’an di masyarakat. Ini juga pintu masuk untuk penguatan hubungan kampus Al-Kifayah dengan masyarakat dalam mendidik generasi ummat, ujar Dr. Yundri Akhyar, MA.

Acara pelatihan ditutup dengan penyerahan cendramata kepada tim tilawati Pesantren Aulia Cendikia dan Tutor serta sertifikat peserta, photo bersama serta doa yang dipimpin oleh ustadz Ainuddin, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us