PEMBEKALAN PPL ANGKATAN KEDUA KAMPUS STIT AL-KIFAYAH RIAU

Pekanbaru – Pembekalan Program Pengalaman Lapangan (PPL) angkatan kedua kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau diselenggarakan di Kampus II yang berlokasi di Jalan Uka – Iskandar Muda di Samping Perumahan Green Tsabitha Kelurahan Airputih Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru, Sabtu (09/10/2021)

Ayu Purnamasari S, M.Pd mengatakan bahwa yang mengikuti PPL Angkatan kedua tahun 2021 ini sebanyak 120 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Lokasi PPL menyebar di beberapa kabupaten di Provinsi Riau.

Seiring dengan tuntutan zaman, sedikit banyak seorang guru belum mampu melepaskan diri dari bayang-bayang peninggalan masa lalu tersebut. Hingga pada akhirnya kita terlanjur kronis dengan keadaan-keadaan masa lalu tersebut. Karena hal ini telah berjalan terus-menerus akhirnya menimbulkan suatu penyakit pada diri seorang guru. Lihatlah di sekeliling kita, seberapa profesionalkah guru-guru yang ada? Penyakit ini tidak hanya menghinggapi bagi mereka yang belum bersertifikasi. Lebih parah lagi jika kita melihat ada guru yang sudah bersertifikasi terkena penyakit ini. Dari hasil pengamatan di lapangan paling tidak terdapat 25 Penyakit yang menjangkiti guru saat ini yaitu: ASAM URAT (Asal Sampai, Meski Kurang Akurat); ASMA (Asal Masuk); BATUK (Baca Ngantuk); DIABETES (Dihadapan Anak Bekerja Tidak Serius); DIARE (Dikelas Anak-Anak Remehkan); GAPTEK (Gagap Teknologi); GATAL (Gaji Tambah Aktifitas Lesu); GINJAL (Gajinya Nihil Jarang Aktif Dan Terlambat); HIPERTENSI (Hiruk Pikuk Persoalkan Tentang Sertifikasi); KANKER (Kantong Kering); KRAM (Kurang Terampil); KUDIS (Kurang Disipilin); KURAP (Kurang Rapi); KUSTA (Kurang Strategi); LESU (Lemah Sumber); LIPER (Lekas Ingin Pergi); MUAL (Mutu Amat Lemah); PROSTAT (program dan strategi tidak dicatat); REMATIK (Rendah Motivasi Anak Tidak Simpatik); SAKAW (Status Kalaw (Baca: Galau)); SALESMA (Sangat Lemah Sekali Membaca);STROKE (Suka Terlambat, Rupanya Kebiasaan); TBC (Tak Bisa Computer); THT (tukang hitung transport); TIPUS (Tidak Punya Selera);. Kita bisa membayangkan jika seseorang terkena penyakit sebanyak itu apa yang akan terjadi pada dirinya. Sebagai guru kita tidak perlu melihat (koreksi) orang lain, koraksilah diri kita sendiri. Sejauh manakah penyakit kita. Saya berharap, mungkin sedikit hal ini akan dapat menyadarkan kita (guru), bahwa guru diberikan kepercayaan penuh oleh masyarakat dan Negara untuk mencerdaskan bangsa. Jika guru sebagai pelaku berpenyakitan, apa jadinya negara kita ini. Ujar Dr. Yundri Akhyar, MA selaku Pembina Kampus STIT Al-Kifayah Riau.

Kemudian Mukhyar Bukhari, MA menuturkan bahwa untuk menjadi guru harus mempunyai sifat LEBAI (Loyal, Energik, Bersahaja, Antusias, Inovatif). Sifat ini harus melekat di dalam diri guru terutama mahasiswa Kampus STIT Al-Kifayah Riau sebagai calon guru di lembaga pendidikan nanti. Dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan cara mahasiswa untuk mengaplikasikan dasar profesi. PPL dilaksanakan dalam bentuk praktik kerja dan kegiatan edukasi lainnya di berbagai Lembaga. Sebelum mempraktikan langsung ilmu yang diperoleh selama di bangku perkuliahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us