PEMBELAJARAN TMT ALTERNATIF BARU PEMERINTAH SESUDAH PJJ PADA MASA PANDEMI

 

Oleh: WARDANI, S.Pd
MTSN 1 PELALAWAN

Tatap Muka Terbatas atau biasa yang dikenal dengan sebutan TMT menjadi alternatif solusi yang baru selama masa pandemi covid-19 setelah fase Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) . Fase ini di nilai kurang efektif dalam mentransfer dan menerima ilmu. Cara tersebut menghadapi beberapa kendala di antaranya yaitu: 1) Terbatasnya kemampuan orang tua atau siswa dalam mengaplikasikan teknologi, 2) Masalah sinyal yang tidak terjangkau, 3) Kuota internet yang tidak memadai (finansial).

Tekanan orang tua dan beban tugas yang banyak. Inilah yang melatarbelakangi munculnya alternatif solusi Tatap Muka Terbatas (TMT). Solusi ini menjadi marak sekarang ini seteleh diterapkan kebijakan New Normal dan TMT menjadi pilihan yang tepat setelah fase PJJ.

Berdasarkan rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Pelalawan tanggal 1 Februari 2021 tentang pelaksanaaan pembelajaran tatap muka terbatas di Satuan Pendidikan. Rapat tersebut bertempat di ruang Auditorium Lantai III Kantor Bupati Pelalawan, yang menghasilkan putusan membolehkan diadakanya pertemuan Tatap Muka Terbatas (TMT).

Keputusan tersebut diiringi dengan ketentuan sebagai berikut: Pertama  pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilaksanakan serentak pada tanggal 8 Februari 2021, di satuan pendidikan MI pada kelas 4,5, dan 6, MTsN/MTsS, dan MAN/MAS; Kedua  menyertakan surat persetujuan orang dengan mengizinkan untuk ikut tatap muka. Sedangkan yang tidak menyertakan surat tersebut belajar luring; Ketiga peserta didik MI, kelas 1, 2, dan 3 tetap belajar luring; Keempat Kepala Sekolah membentuk Satuan Tugas Covid-19 di sekolah masing-masing.

Berdasarkan hasil putusan tersebut, maka sekolah dibebankan untuk mematuhi ketentuan sesuai protokol kesehatan. Oleh sebab itu, sekolah harus menyediakan Alat pengukur suhu (termogun) guna mengecek suhu siswa, menyediakan tempat cuci tangan, mengatur tempat duduk minimal 1.5 meter, jumlah 1 rombel 16 orang, siswa dan guru wajib memakai masker, menyediakan ruang isolasi, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, waktu tatap muka hanya 25 menit setiap kali tatap muka, kantin tidak dibenarkan beroperasi, dan akan dievaluasi 14 hari sekali.  Jika ketentuan di atas sudah memenuhi syarat maka sekolah di benarkan untuk melakukan tatap muka terbatas. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari kondisi zona yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas belajar. 

Upaya-upaya ini dilakukan agar tidak terjadi learning lost. Learning lost adalah kondisi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar siswa. Inilah salah satu solusi yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan, khususnya Kemenag Pelalawan. TMT ini sudah mendapat restu dari Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Pelalawan (Kakankemenag), Hazmar,SH. Kebijakan ini juga didukung oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan bahwa “Terpenting adalah sekolah-sekolah yang sulit melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus masuk tatap muka lagi. Itu satu-satunya solusi. Biar mereka tidak lebih lagi ketertinggalan. Jadi, ini betul-betul tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah untuk membantu mengakselerasi sekolah tatap muka yang sulit melakukan PJJ.

Tidak hanya itu, Kemendikbud juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mendampingi pemerintah daerah terkait TMT ini. Pembelajaran tatap muka saat ini sudah mulai marak dilakukan oleh Pemda dibeberapa wilayah yang memutuskan untuk bersekolah. Hal ini tentunya harus memastikan keamanan siswa terjamin. Tidak dapat dielakkan dan dipungkiri bahwa learning lost pasti terjadi, khususnya selama pandemi. Gejala ini tidak hanya dijumpai di Indonesia saja, bahkan dunia.

Pemberlakuan kebijakan situasi pembelajaran TMT ini disambut hangat oleh berbagai pihak seperti guru,siswa, dan orang tua. Mereka merasa sudah rindu untuk saling bertemu bertatap muka, walaupun dalam kondisi terbatas. Mudah-mudahan pertemuan Tatap Muka Terbatas ini benar-benar menjadi alternatif solusi dalam mengatasi kendala PJJ selama  masa pandemi covid-19. Sehingga proses ini dapat berjalan dengan lancar, serta selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Editor: Muhammad Aminpoel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us