PENGARUH INTERNET BAGI REMAJA

AFRIDA, S.Pd

(Guru MTs Nurul Yaqin Pekanbaru)

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin pesat. Internet adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.

Data tahun ke tahun jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia terus bertambah  dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai miliaran, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk pengguna dan lingkungannya. Apa dampak positif dan negatif penggunaan internet bagi remaja, dan bagaimana solusi dalam penyelesaian masalah internet bagi remaja.

Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat pengguna internet termasuk remaja pada umumnya khususnya di masa sekolah. Di sana mereka dengan cepat bisa mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan menggunakan google atau dengan cara yang lain. Tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman chatting, kirim e-mail dan mencari tugas-tugas kuliah atau sekolah. Di kalangan remaja masa kini yang lagi marak-maraknya adalah facebook dan instagram. Mereka mencari teman melalui jejaring pertemanan dan bisa juga kirim-kirim foto atau lainnya. Bahkan saat ini, siapapun bisa memiliki situs pribadi dengan menggunakan weblog yang bisa berisi tentang informasi pribadi seseorang, apakah itu tokoh, artis, selebritis dan sebagainya. Semakin banyaknya komunitas yang menggunakan forum online yang mewadahi pengguna untuk bertukar informasi atau bahkan berdiskusi, pengguna yang bergabung diminta untuk daftar terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pengelola website, salah satunya adalah kaskus. Forum ini selain tempat berdiskusi berbagai topik juga memiliki fasilitas sebagai tempat jual beli barang.

Ada juga dampak positif penggunaan internet bagi remaja, mendapatkan informasi lebih maju, pasti, akurat dan cepat. Memungkinkan kita berkomunikasi jarak jauh, tanpa harus mendatangi orangnya. Bagi siswa dan mahasiswa bisa mengerjalan tugas di sekolah dengan mudah dan cepat. Dengan mengakses internet kita bisa lebih tahu tentang dunia, memudahkankan mencari informasi dan lebih mudah untuk memasarkan produk yang ingin dijual.

Selain dampak positif dari penggunaan internet tenyata ada juga dampak negatif yang merupakan salah satu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa seperti kejahatan yang dilakukan kepada seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat buruk dan menyimpang seperti pornografi. Dengan cepat dan mudahnya mengakses informasi melalui internet, pornografi pun merajalela.  Di internet terdapat konten berbau pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Apalagi para remaja di masa sekolah yang masih awam yang keingintahuannya sangat tinggi. Untuk meredamkan hal ini, sangat dibutuhkan bimbingan dari orang dewasa mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak khususnya pengawasan dari orang tua.

Selain itu, internet pun tidak luput dari kegiatan penipuan. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang anda dapatkan pada penyedia informasi. Bentuk penipuan di dunia maya ini bentuknya beraneka ragam. Seperti carding yang merupakan kegiatan berbelanja dengan cara membobol kartu kredit seseorang. Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online dan mencatat kode kartu kredit yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. Dampak lainnya dari perkembangan internet adalah meluasnya perjudian yang bersifat online. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu lagi pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.

Dampak negatif lainnya dari yakni mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka membangun komunikasi lewat jejaring sosial dari pada bertemu secara langsung. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Membuat seseorang menjadi penyendiri dan susah bergaul.  Situs jejaring sosial di intenet membuat pengunanya memiliki dunia sendiri, sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Kurangnya sosialisai dengan lingkungan, hal ini mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial peserta didik (siswa). Mereka yang seharusnya belajar sosialisasi dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya bersama teman di komunitas jejaring sosialnya yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun.

Mengakses internet untuk membuka situs jejaring sosial atau bermain game online jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan siswa, terlebih kalau akses menggunakan paket data atau rental di warnet. Tidak jarang siswa menggunakan uang sekolah mereka untuk pergi ke warnet sekedar untuk membuka situs jejaring sosial atau bermain game online. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan, karena menggunakan uang secara tidak produktif. Akibat kebiasaan ini jelas mengurangi waktu belajar sisw sehingga melalaikan pelajaran dan tugas-tugas sekolah.

Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie, selain harus waspada, orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. Berdasarkan penelusurannya, ditemukan fakta bahwa dari 17,6 juta memiliki akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia, dan 360.000 orang diantaranya berumur 13-15 tahun. Bagi orang tua, kami sarankan untuk segera menghindarkan anak-anaknya yang belum berumur 13 tahun dari facebook atau jejaring sosial sejenisnya. Memang banyak games menarik di facebook yang bisa menggoda anak-anak. Namun tetap saja harus dihindari. Masih banyak games lain yang menarik dan bisa dimainkan tanpa harus jadi anggota facebook.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai langkah untuk menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs jejaring sosial, diantaranya adalah berupaya belajar tentang internet serta situs jejaring sosial yang ada di internet tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua mengetahui seperti apa teknologi sekarang ini, dan bisa mengawasi anaknya pada saat berselancar di internet, beritahukan tentang bahaya yang mengintai dalam penggunaan situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial tersebut, dan mengerti batasan-batasannya. Upaya lainnya yang dapat dilakukan orang tua dengan tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang belum cukup umur.

Dalam perkembangannya di zaman sekarang ini, mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial kini dapat dilakukan melalui telepon seluler. Hal ini cukup membuat dampak dari jejaring sosial sangat dirasakan di kalangan siswa. Masalahnya adalah banyak siswa yang mengakses situs jejaring sosial tersebut dari telepon seluler mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya para siswa tidak serius mengikuti pelajaran yang berlangsung, sehingga konsentrasi mereka hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon genggam. Melihat keadaan ini, lambat laun motivasi belajar rendah maka yang terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan. Hal inilah yang sangat mengkhawatirkan dalam dunia pendidikan. Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata, terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan.

Beberapa solusi yang dapat mencegah dampak negatif internet dan jejaring sosial diantaranya: Pertama, memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya situs jejaring sosial. Langkah ini perlu dilakukan agar para siswa tahu bahaya dari penggunaan situs jejaring sosial, dan dapat menggunakan secara lebih bijak. Selain itu langkah ini juga dapat menimbulkan rasa waspada kepada siswa sehingga dalam menggunakan situ jejaring sosial mereka lebih berhati-hati. Kedua, usahakan untuk tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet. Kecanggihan alat komunikasi sekarang ini telah memungkinkan telepon seluler untuk mengakses internet. Bahkan beberapa merek telepon seluler ternama berlomba-lomba mengeluarkan produk yang memiliki kecanggihan dan kemampuan akses internet yang memungkinkan pemggunanya mengakses situs jejaring sosial dengan sangat mudah. Hal ini dapat menyebabkan siswa kecanduan mengakses situs jejaring sosial dengan telepon seluler mereka. Maka dari itu sebagai orang tua, usahakanlah untuk tidak memberikan telepon seluler kepada anak usia dini, karena kebanyakan anak usia dini belum dapat memanfaatkan internet dengan baik, maka akan berakibat pada prestasi mereka di sekolah karena terlalu sering mengakses internet atau jejaring sosial. Ketiga, mengawasi siswa dalam berinternet atau berjejaring sosial. Pengawasan terhadap pergaulan siswa dalam jejaring sosial di dunia maya sangat diperlukan, karena jika siswa tidak diawasi mereka akan dengan mudah mengakses situs jejaring sosial tersebut dan menggunakan ke arah yang tidak baik. Pergaulan mereka akan mudah melawan perkataan orang tua, dan usaha kita menyelamatkan anak-anak  untuk tidak menggunakan akses internet secara berlebihan akan sia-sia dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Pergaulan anak yang bebas dan pengaruh dari teman-teman juga dapat memudahkan anak untuk mengakses situs jejaring sosial dengan mudah. Maka dari itu mereka perlu diawasi dan didampingi untuk tidak mengakses internet dengan bebas.

Dengan mengimplementasikan gagasan di atas, diharapkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan penggunaan internet dan situs jejaring sosial dapat ditanggulangi, baik sebelum terjadi atau sesudah dampak itu terjadi. Alangkah baiknya sebelum para remaja terdampak oleh bahaya internet para orang bersiap siaga selalu mengawasi, membimbing dan lebih memperhatikan anak-anak dalam penggunaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us