PENGARUH PEMBELAJARAN DARING TERHADAP EKONOMI GURU DAN ORANG TUA SISWA

Penulis: Rismauli Pangaribuan S.Th

(Guru SMPN 8 Pekanbaru)

Sejak dikeluarkan Peraturan Walikota Kota Pekanbaru Nomor 74 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) aktivitas luar rumah diberhentikan salah satu diantaranya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan/atau institusi pendidikan. Dalam pelaksanaan sementara kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya, semua aktivitas pembelajaran diubah pelaksanaan dengan melakukan pembelajaran di rumah / tempat tinggal masing-masing melalui metode pembelajaran jarak jauh dengan media yang paling efektif. Penghentian ini membuat guru dan siswa tidak dapat bertatap muka secara langsung dalam proses belajar mengajar, sehingga perlu sebuah alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan yakni dengan pembelajaran daring (dalam jaringan).

Secara global, berdasarkan data UNESCO tanggal 19 Maret 2020, 112 negara telah menerapkan kebijakan belajar dari rumah, dari 112 negara tersebut, 101 negara menerapkan kebijakan belajar dari rumah secara nasional dan 11 negara lainnya termasuk negara Indonesia masih menerapkan belajar di rumah berdasarkan wilayah-wilayah tertentu. Di Indonesia kebijakan belajar sekitar 28,6 juta siswa dari jenjang SD sampai dengan Perguruan Tinggi di berbagai kota termasuk Kota Pekanbaru.

Proses pembelajaran dari rumah di Kota Pekanbaru telah berlangsung sejak 15 April 2020 dan diperpanjang sampai sekarang ini dengan mempertimbangkan beberapa situasi. Dari sumber daya manusia, pendidik maupun orang tua peserta didik ada yang memang sanggup ekonominya, tetapi banyak pula yang terpaksa harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pembelajaran daring sangat berpengaruh dengan kondisi ekonomi guru dan orang tua siswa karena modal utama dalam pembelajaran daring di masa Covid-19 adalah kuota internet dan handphone pintar (smartphone). Banyak orang mengeluh karena bertambahnya pengeluarannya, bahkan ada beberapa guru yang dikurangi atau dipotong penghasilannya karena biaya transportasi ditiadakan. Begitu juga dengan orang tua siswa banyak yang di PHK (putus hubungan kerja) karena berbagai alasan, padahal selama pembelajaran daring dibutuhkan biaya tambahan. Sebagian besar keluarga yang tidak bisa menyediakan fasilitas belajar daring adalah warga yang tidak mampu, warga yang terdampak corona dan warga yang kategori Program Keluarga harapan (PKH).

Supaya lancar komunikasi antara guru, siswa dan orang tua sinyal yang baik sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring misalnya banyak guru dan orang tua siswa memasang wifi di rumah masing-masing atau menyediakan paket data internet agar anak belajar dengan nyaman dan tidak terkendala oleh jaringan ketika belajar daring, sehingga dengan seperti ini pengeluaran guru dan orang tua akan bertambah dari biasanya. Guru, siswa dan orang tua saling kerja sama dalam pembelajaran daring di masa Covid-19. Media yang biasa digunakan adalah Aplikasi Video Conference (Google Meet, Zoom, Microsoft Teams) dan Aplikasi Sosial Media (Whatsapp, Telegram). Apabila sinyal tidak baik, maka pembelajaran akan berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Guru harus tetap berkoordinasi dalam menilai pembelajaran kepada anak supaya tidak menjadi penghalang untuk materi selanjutnya yang disampaikan kepada siswa.

Dengan semangat dan motivasi guru membuat anak termotivasi belajar di masa Covid-19. Sebagian besar proses belajar daring saat ini masih memanfaatkan fasilitas group di aplikasi whatsapp. Guru memberikan tugas kepada para siswa melalui group whatsapp, baik melalui grup orang tua siswa maupun grup kelas masing-masing. Waktu belajar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Materi belajar dipelajari secara mandiri kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas harian. Diskusi terkait materi yang dipelajari melalui grup whatsapp tersebut. Untuk mengadakan tatap muka virtual dapat menggunakan aplikasi video conference dengan aplikasi ini guru dapat memantau kehadiran dan keaktifan siswa.

Adapun solusi yang ditawarkan terkait dengan masalah di atas adalah sebagai berikut:

  1. Pemerintah daerah setempat dan kepala sekolah bekerja sama untuk mendata guru dan orang tua siswa yang tidak mampu mengikuti kegiatan belajar dan mengajar dengan efektif disebabkan karena faktor ekonomi.
  2. Pemerintah memberikan bantuan berupa kuota internet atau smartphone kepada guru dan orang tua siswa untuk keperluan pembelajaran daring.
  3. Pemerintah pusat dan setempat harus bekerja sama dengan bekerja sama dengan penyedia layanan seluler untuk memberikan kuota internet kepada guru dan orang tua siswa yang kurang mampu.
  4. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat harus memberikan fasilitas berupa pembelajaran digital baik itu e-book atau video pembelajaran sesuai dengan pembelajaran yang diajarkan oleh guru di kelas masing-masing

Dengan demikian pembelajaran daring di masa covid-19 dari rumah dapat berjalan dengan baik. Guru dan orang tua siswa harus saling mendukung demi terciptanya masa depan anak yang baik dan sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us