PENGGUNAAN E-LEARNING MADRASAH DITENGAH PANDEMI COVID-19

Oleh: Nopriati, S.Pd.I

(Guru MIN 3 Pekanbaru)

Tahun 2020 merupakan tahun yang tidak dapat terlupakan dengan mudah oleh negara-negara di dunia ini. Pada tahun ini terjadi pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang begitu dahsyat mengguncang dunia baik dari segi kesehatan hingga perekonomian. Pandemi COVID-19 tidak hanya membuyarkan ekonomi namun juga seluruh sendi kehidupan sehari-hari. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu virus jenis baru dari coronavirus (kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan). Infeksi virus corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia. Kasus pertama dari COVID-19  ini terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antar manusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.

          Dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19 dilakukan berbagai upaya-upaya pencegahan untuk meminimalisir penyebarannya.  Langkah cepat dilakukan oleh pemerintah untuk menanggapi COVID-19 yaitu dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional tanggal 13 April 2020. Dunia sedang diuji di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan yang merupakan soko guru bangsa, di mana anak-anak berkumpul dan berinteraksi di satuan pendidikan masing-masing. Namun semenjak merebaknya pandemi COVID-19 interaksi langsung antara guru dan siswa ditiadakan sehingga diterapkan belajar daring mengingat COVID-19 merupakan virus yang bersifat menular dengan mudah.. Dengan adanya belajar daring maka diharapkan proses belajar mengajar dilakukan dengan menggunakan pembelajaran daring artinya pembelajaran dalam jaringan. Kementerian agama mengharapkan seluruh madrasah menggunakan aplikasi e-Learning yang digunakan oleh siswa dan guru.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Satuan Pendidikan di alamatkan kepada Kepala dinas Pendidikan Provinsi, Kepala dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala Sekolah di seluruh Indonesia. Untuk pembelajaran daring  di setiap sekolah madrasah menggunakan aplikasi e-Learning.

Mengenal apa itu e-Learning? e-Learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian e-Learning dari berbagai sumber: 1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010). 3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

Menurut Rosenberg (2001) karakteristik e-Learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Belajar menggunakan e-Learning juga memilki manfaat diantaranya: 1. Fleksibel. e-Learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan. 2. Belajar Mandiri. e-Learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar. 3. Efisiensi Biaya. e-Learning g memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.

Pembelajaran  menggunakan e-Learning ini bisa dilakukan di mana saja boleh di sekolah atau di rumah bahkan kita sedang di luar juga bisa asalkan ada terhubung dengan jaringan internet. Setiap belajar menggunakan e-learnig guru dan siswa dapat dilihat materi dan tugas belajar pada hari itu.  Akses e-Learning bertujuan untuk mengakses aplikasi e-Learning dengan cara masuk ke browser. Untuk perangkat komputer maupun handphone bisa menggunakan Mozila Firefox,Google Chrome, browser yang ada seperti Uc,Google dll.

Pembelajaran daring di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Pekanbaru sudah dimulai dari bulan Maret tapi menggunakan e-Learning, baru dimulai awal tahun ajaran baru 2020/2021. Para guru diwajibkan menggunakan aplikasi e-Learning mau tidak mau suka tidak suka guru dan siswa harus siap belajar lewat e-Learning. Sampai kapan kita belajar melalui e-Learning? Wallahu a’lam kita tidak tahu. Untuk itu mari kita sama-sama berdoa agar bencana virus ini cepat berlalu dan kita dapat belajar normal kembali seperti biasanya sehingga guru dan murid dapat berinteraksi langsung dengan siswa seperti siswa yang tidak bisa menulis guru bisa langsung membimbingnya, siswa yang tidak bisa membaca guru bisa langsung membimbingnya begitu juga dengan berhitung. Pada awal menggunakan e-Learning masih banyak guru yang kesulitan dalam mengaplikasikan untuk membuat media pembelajaran. Alangkah lebih baiknya guru diberi pelatihan dan pendidikan bagaimana cara penggunaan e-Learning dengan benar.

Menurut saya belajar e-Learning ini belum cocok digunakan oleh siswa MIN bagi siswa karena mereka masih perlu banyak bimbingan cara menulis, membaca dan berhitung. Sementara dalam  e-Learning siswa sudah dianggap bisa membaca dan menulis dan bahkan mungkin orang tuanya yang mengerjakan tugas dari guru seperti menjawab soal di CBT. Selain itu, juga ada beberapa wali murid yang mengeluh kepada saya tentang pembelajaran e-Learning diantaranya siswa belum bisa membuka e-Learning tanpa dibantu oleh orang tua. Sementara orang tua tidak selalu berada di rumah, ada yang berada di tempat kerja ketika pembelajaran e-Learning dimulai, kemudian berbagai keluhan orang tua  juga sering terjadi ada tidak sanggup mengajar anaknya sendiri di rumah dengan alasan handphone model lama.  Hal ini terbukti saat sistem pembelajaran e-Learning berlangsung hanya 19 siswa dari 28 siswa yang ikut aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Dalam bentuk penugasan yang diberikan guru sebagian siswa mengerjakan melalui e-Learning sisanya masih memilih untuk mengantarkan tugasnya baik secara langsung maupun melalui Whatsapp.  Dengan begitu dapat dinilai bahwa e-Learning itu sendiri menjadi kurang efektif sebagai media kegiatan belajar dan mengajar.

Selain itu, dalam penggunaan e-Learning otomatis anak-anak semakin sering dan semakin lama berada di depan laptop untuk mengerjakan tugas pelajarannya, hal ini tidak bagus untuk kesehatan mata anak, hal ini juga yang membuat mereka mengalami keluhan fisik terbanyak seperti mata kelelahan dan sakit kepala, begitu pula dengan keluhan psikologis merasa stress berlebihan sehingga ingin pandemi ini cepat berakhir.

Metode pembelajaran e-Learning bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga akan sulit bagi anak untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami. Materi yang diajarkan dalam e-Learning direspon berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si pengguna. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.

Namun, di samping beberapa kendala dan keluhan yang muncul terdapat beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari pandemi COVID-19 tanpa kita sadari. Dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, di mana peserta didik banyak melakukan kegiatan di rumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring anak-anaknya. Selain itu, dari sisi kreativitas baik dari guru maupun siswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk berlaku kreatif. Sebagai contoh tidak sedikit guru membuat materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video-video pembelajaran. Selain itu, tidak jarang pula siswa yang mendapatkan penugasan pembuatan video pembelajaran yang menarik. Disarankan kepada pemerintah harus menyediakan fasilitas belajar melalui e-Learning ini berupa handphone bagi siswa yang kurang mampu maupun kuota internet untuk guru dan siswa yang membutuhkan, sehingga tidak ada lagi siswa yang kesulitan membuka e-Learning di rumah. Disarankan juga agar guru meluangkan banyak waktu untuk selalu berkomunikasi kepada siswa sehingga dengan begitu dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa.

Dengan penggunan e-Learning di masa pandemi COVID-19, ini diharapkan peran banyak orang tua untuk membimbing anaknya dirumah terutama siswa saya yang baru kelas 1 karena masih banyak kelas 1 yang belum lancar membaca, otomatis anak-anak tersebut belum bisa menggunakan laptop seoptimal mungkin. Tetapi apapun keadaannya, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi, termasuk menyesuaikan sistem pembelajaran di masa pandemic COVID-19 ini. Marilah kita sama-sama berdoa dan melaksanakan hidup dengan tatanan kehidupan baru sehingga pandemi COVID-19 cepat berakhir dan kita bisa belajar normal kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us