PERAN ORANGTUA DALAM PROSES BELAJAR DI ERA MILLENIAL

Oleh: JA’FAR. HS.S.Pd.I
Guru MI Fastabiqul Khairat Kuntu Darussalam

Anak merupakan dititipkan dari Allah swt yang diamanahkan kepada kita. Anak bukanlah milik dan kepunyaan kita, akan tetapi anak merupakan milik dan hak Allah yang dititipkan kepada kita untuk dibesarkan, dipelihara, dididik, dijaga, dengan penuh kasih sayang serta diajarkan berbagai macam ilmu sesuai dengan kebutuhannya yang menyelamatkan mereka di dunia sampai keakhirat nantinya.

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

          “Setiap anak yang lahir dilahirkan diatas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani“ (Hadist Riwayat Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).

Dalam menghadapi dunia yang penuh carut marut ini yang saat ini disebut dengan era milinial peran orangtua sangatlah diharapkan terlebih kita sekarang sudah hidup dipenghujung akhir zaman, kiamat sudah dekat, kezoliman, kemunafikan, kemaksiatan, fitnah terjadi dimana-mana, sebagaimana hadis Rasulullah mengatakan yang artinya: Kiamat semakin dekat dengan dicabutnya ilmu (tentang Islam), banyaknya fitnah, maraknya kekikiran dan kekacauan.

Membahas tentang pendidikan anak, berarti kita juga menjelaskan hubungan dan peran penting antara orangtua, guru dan murid. Ketiga komponen ini bagaikan tali berjalin tiga, kuat sulit untuk di putuskan atau bagaikan tungku yang tiga. Orangtua gigih mendorong memberikan sugesti terhadap anaknya agar belajar dengan baik. Guru pun gigih dan ikhlas mengajar, mendidik anak didikannya dan anak mesti pula tekun dalam belajar. Proses pembelajaran dikatakan berhasil jika terjadi perubahan positif selama dan sesudah proses dilaksanakan.

Orangtua menitipkan anaknya kepada guru/sekolah. Sekolah dan juga guru harus menjalankan amanah tersebut dengan cara mendidik, membina, memberikan pelayanan, rasa dicintai, dan rasa aman terhadap para muridnya, baik saat berada di dalam maupun di luar kelas.

Peran orangtua diera millenial ini juga tak kalah pentingnya dalam proses pendidikan anak. Keberhasilan pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan pada guru semata. Orangtua harus berperan aktif dalam proses belajar anak. Pada hakikatnya, orangtua merupakan tonggak utama bagi seorang anak dalam mendapatkan pendidikan. Sementara itu, guru dan sekolah merupakan tempat lanjutan menimba ilmu bagi para murid. Setiap orang tua hendaknya sangat memperhatikan pendidikan anaknya jangan hanya memperhatikan ekonomi semata, berbagai infestasi di kerjakan memperluas lahan kerja, menumpukkan harta demi untuk masa depan dunia semata sementara pendidikan anak yang tak kalah pentingnya di abaikan dan dikesampingkan.

 Didalam kitab Durratun Nasihin di jelaskan, kelebihan ilmu dengan harta itu ada sepuluh, dua diantaranya, yaitu: (1) Ilmu akan menjaga kita,sedangkan harta sebaliknya, kitalah yang harus menjaganya. (2) Ilmu akan kekal selamanya, sedangkan harta akan habis suatu saat nanti.

Dikarenakan pendidikan anak sangat penting, maka peran orang tua terhadap pendidikan anak juga tidak kalah pentingnya. Untuk itu orang tua hendaknya memberikan dukungan, dorongan serta motivasi kepada anak dalam proses belajar. Tidak ada satupun orangtua yang ingin melihat masa depan anak-anaknya suram, gagal baik di masa sekarang atau mendatang. Namun sayangnya, tidak semua orangtua yang menyadari bahwa mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan masa depan anak-anak mereka. Orangtua juga hendaknya mencari cara agar anak-anaknya semangat datang ke sekolah dengan kesiapan untuk belajar. Jika orangtua tidak mendorong, mendukung anak-anaknya untuk datang kesekolah , maka pastilah karena satu dari dua alasan berikut. Pertama, orangtua tersebut tidak tahu bagaimana cara mendukung anak-anak mereka. Atau kedua, mereka tidak paham dan tidak mengerti bahwa dukungan serta perhatian mereka sangatlah penting.”

Dalam hal ini guru berperan, berkewajiban pula untuk membangun komunikasi yang baik dengan orangtua murid. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan dukungan yang memadai terhadap berbagai hal yang dapat orangtua lakukan, sekaligus menerangkan apasaja manfaat dukungan mereka terhadap anak/murid dalam proses belajar dimasa milinial ini.

Penyerahan dan kepercayaan orangtua kepada guru agar anaknya dididik itu merupakan senjata paling ampuh bagi guru dalam mendidik murid. Kepercayaan ini pula akan mendorong guru untuk betul-betul mendidik anak tersebut dan membuat suasana proses belajar mengajar yang lebih kondusif, dan berorientasi pada perkembangan positif murid. Orangtua menyadari bahwa guru merupakan orangtua rohani atau orang tua kedua bagi anaknya di sekolah.

Pada saat terjadi masalah terkait dengan kondis anak atau murid, sebaiknya orangtua jangan cepat mengambil kesimpulan atau cepat percaya atas informasi yang disampaikan si anak atau orang lain terkait masalah yang terjadi. Orangtua tidak bisa hanya menyalahkan pihak sekolah atau guru, namun sebaiknya orangtua berkomunikasi dan mengkonfirmasikan masalah yang terjadi pada anaknya.

Selain itu, orangtua mempraktekkan, memberikan contoh prilaku yang baik terhadap anaknya karena orangtua tersebut sebagai panutan bagi anak-anaknya. Ibaratnya anak dan orangtua tersebut bagaikan acuan kue bolu, acuan kue ibarat orangtua sedangkan kue adalah ibarat anak, andaikata acuannya bunga maka kuenya berbentuk bunga pula, andaikata acuannya udang maka kuenya berbentuk udang dan andaikata acuanya ular maka kuenya berbentuk ular pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us