PERMASALAHAN BELAJAR PAI DI MASA PANDEMI

Oleh: Faridah
Guru SDN 015 Pangkalan Tampoi Kec. Krumutan Pelalawan

Pandemi COVID-19 adalah topik utama perbincangan yang selalu hangat saat ini. Di mulai dari tahun 2019, virus ini sangat mengoncangkan dunia, merenggut nyawa yang begitu banyak tak terhitung jumlahnya, makin hari makin naik jumlahnya membuat kita jadi tambah ketakutan, sampai saat ini belum ada kepastian obat yang bisa sembuhkan langsung Kita hanya dapat mengukuti protokol kesehatan dan berdoa agar cepat selesai wabah yang menimpah negri kita.

Wabah COVID-19 dapat mengubah segalah keadaan pada umumnya kehidupan manusia, pertengahan Maret 2020 berubah kegiatan belajar dari tatap muka kepada belajar di rumah saja dengan peralatan seadanya berkat kegigihan guru dan siswa pembelajaran berjalan juga. Walau pun dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan hal ini tidak mengambat keberhasilan pembelajaran. Dengan kondisi ini semua kegiatan diseluruh dunia yang termasuk Indonesia sangat menurun  drastis baik ekonomi, trasportasi, dan pendidikan. Cobaan yang di berikan Allah Swt saling berganti yang dihadapi oleh masyarakat, membuat masyarakat ragu dan bimbang untuk membuat usaha menopang kehidupan.

Di bidang pendidikan dan dalam pembelajaran, memiliki komponen yang disesuaikan dengan materi yang diberikan agar dapat menemui tujuan yang akan di capai. Maka dari itu seorang guru harus kreatif menemukan model pembelajaran untuk masa pandemi. Situasi pandemic ini telah menempatkan peran guru PAI termasuk sebagai salah satu figur penting untuk membangun solusi, walaupun siswa belajar di rumah dan memastikan siswa melaksanakan proses belajar berjalan dengan lancar. Para guru PAI harus kreatif dan ada kemauan untuk inovasi pembelajaran yang merupakan solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan sesuai dengan materi pembelajaran yang akan kepada siswa, sehingga guru dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran.

 Wabah COVID-19 menuntut guru untuk menemukan cara yang tepat dan cepat untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif bias menarik (joyful learning). Sehingga guru dan siswa di tuntut untuk bisa menjalankan pembelajaran sesuai dengan protolol kesehatan walau itu menguras tenaga dan pikiran guru dan siswa agar kreatif dalam mengantisipasi berhentinya proses pembelajaran tatap muka di kelas.

Semua ini bukan prakara yang mudah untuk di jalankan oleh guru. Kreativitas mengajar adalah hal yang penting. Dalam surat edaran pada No 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (COVID-19) yang di terbitkan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, ditekankan bahwa proses pembelajaran dilakukan dengan daring. Proses belajar mengajar dilakukan dirumah dengan memanfaatkan teknologi namun peran guru tetap melaksanakan dan menumbuhkan semangat belajar siswa.

Guru PAI dalm menjalankan tugasnya sesuai dengan protokol kesehatan dan menggunakan berbagai media. Dengan jabatan yang diemban sebagai guru professional yang berkaitan langsung dengan pendidikan serta berinteraksi dengan siswa dalam keseharian, maka jangan sampai lemah dan tidak bersemagat, apalagi guru PAI sebagai pendidik dan pembimbing  dalam agama Islam, sehingga guru itu harus berusaha segala cara untuk melayani dengan baik siswanya.

Dalam kurikulum sekolah dasar, ada yang mata pelajaran yang membutuhkan praktek  khusus seperti, PJOK, BMR dan PAI, apa lagi pembelajaran PAI tidak hanya diarahkan kepada materi tetapi harus praktek langsung seperti murid kelas II di semester ganjil, dimulai dari praktek tentang wudhu, siswa bukan hanya dituntut untuk tahu niat dan rukun tetapi harus mengetahui urutan-urutan dikerjakan. Contoh, kapan dikerjakan niat, apa aja yang dibuat sebelum berwuduk, kadang siswa SD tahu urutannya dengan menyebut tetapi untuk prakteknya.

Dalam pembelajaran daring guru harus kreatif mengunakan waktu yang sedikit, sehingga siswa dapat paham materi yang kita berikan walau tidak 100% tapi siswa mengenal beberapa praktek dengan cara melihatkan video dan cara lain,sehingga siswa semangat dalam belajar.

Saat ini masih banyak guru yang belum pandai dalam menggunakan IT, jangankan untuk mengoperasikan untuk menghidupkan laptop saja masih ada guru yang belum bisa dan jika itu memang adanya, pemerintah berperan penting untuk membuat bimbingan teknologi kepada para guru agar tujuan pembelajaran dapat dicapai tanpa hambatan.

Editor: Atikah Hermansyah, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us