Prestasi 11 Mahasiswa STIT Al-Kifayah Riau Yang Membanggakan Dengan Mendirikan Yayasan Pendidikan

Salah satu keunggulan Kampus STIT Al-Kifayah Riau adalah menyiapkan mahasiswa bukan hanya sekedar pencari kerja kelak sudah tamat, tetapi mereka ditempa selain untuk menjadi pendidikan yang profesional, juga mampu mendirikan lembaga pendidikan agar bisa sebagai tempat mereka mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membuka peluang bagi yang lain.

Untuk ini, mahasiswa telah membuktikannya. Dari data yang terhimpun, ada 11 mahasiswa STIT Al-Kifayah Riau yang telah mendirikan Yayasan Pendidikan di tengah masyarakat.

Berikut nama-nama dan tingkat lembaga mereka yang mereka dirikan:

  1. Dwi Nurwulan Sari (PIAUD) mendirikan Yayasan Lilmuttaqin tingkatan Raudhatul Athfal (RA) dan sedang persiapan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
  2. Agus Prabowo Adi (PGMI) mendirikan Yayasan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Core Consulting tingkatan yang sudah berjalan PAUD dan TPQ-TKQ.
  3. Dio Laksono (PGMI) mendirikan Yayasan Al-Farih tingkatkan TPQ dan Rumah Tahfidz.
  4. Endang Syurahmi (PGMI) mendirikan Yayasan Ukhwah Islamiyah SDIT Babul Huda.
  5. Arsyad (PGMI) mendirikan Yayasan Ar-Raudah Panti Asuhan Yatim Piatu.
  6. Darnawati (PIAUD) mendirikan Yayasan Milatul Khair Tingkatan TK, SDIT dan akan mendirikan SMP.
  7. Ikrima Yuniza (PGMI) mendirikan Yayasan Fastabiqul Khairat tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).
  8. M Dahri Pane (PGMI) mendirikan Yayasan Ashaabul Wathon Arsey tinkat TPQ, MDTA dan sedang membangun Madrasah Ibtidaiyah (MI).
  9. Ummi Khumairoh (PGMI) mendirikan Yayasan Al-Khumaier tingkat TPQ-TKQ.
  10. Susanti (PIAUD) mendirikan PAUD Tunas Khalifah.
  11. Ulin Junita (PGMI) mendirikan Bimbingan Belajar Dirgantara Smart Centre.

Menurut Dr. Yundri Akhyar, MA selaku Pembina kampus, para mahasiswa akan terus bertambah mendirikan yayasan pendidikan, mereka sedang kuliah saja telah berkarya apalagi nanti setelah tamat. Membuka peluang di bidang pendidikan agama ini akan membawa berkah tersendiri bagi pendiri dan para pengelolanya. Memang perjuangannya terasa berat, tetapi (zuq)nya nikmat sekali. Itu yang dirasakan bagi mereka yang berjuang untuk itu. Beliau juga menyampaikan kepada mahasiswa yang telah bergerak untuk mengembangkan yayasan ini, dan jangan patah semangat serta terus minta pertolongan Allah SWT pada setiap gerakan (harkah) kebaikan yang dilakukan. Unkapnya.

Kemudian, bagi mahasiswa yang belum mendirikan lembaga, jangan pula berkecil hati, karena kemampuan orang berlebih kurang dan berbeda (tafãwut). Terus tingkatkan kompetensi diri agar nanti kemampuan yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk pengabdian pada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us