PRODUKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI MADRASAH

NUR’AINI, SHI. MA
Guru MAN 4 KAMPAR

Senin Tanggal 16 Maret 2020 awal kisah baru untuk dunia pendidikan, di mana biasanya dilaksanakan upacara bendera, namun saat itu mendadak siswa dikumpulkan untuk diberikan arahan bahwa mulai saat itu siswa akan melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing melalui dalam jaringan (daring) hal ini dikarenakan wabah covid-19 sudah mewabah ke Indonesia bahkan ke Provinsi Riau berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga mentri.

Awal daring dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 4 Kampar dengan menggunakan aplikasi Whatsapp dan google classroom dengan segala rintangan dan hambatan yang dilalui sampai berakhirnya semester genap TP: 2019-2020. Pada awal semester ganjil TP: 2020-2021 madrasah melaksanakan workshop elektronik learning yang lebih dikenal dengan E-learning. Maka mulai saat ini madrasah melaksanakan proses pembelajaran melalui media pembelajaran e-learning aplikasi pembelajaran yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Media pembelajaran digunakan sebagai alat pembantu secara efektif yang dapat digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam pembahasan kali ini penulis lebih cenderung menggunakan definisi media pembelajaran dari Oemar Hamalik dengan alasan bahwa cakupannya lebih luas, tidak hanya dibatasi sebagai alat tetapi juga teknik dan metode.

Dalam paradigma pembelajaran tradisional, proses belajar mengajar biasanya berlangsung di dalam kelas dengan kehadiran guru di dalam kelas dan pengaturan jadwal yang kaku di mana proses belajar mengajar hanya bisa berlaku pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan. Dalam paradigma sekarang, dengan pendekatan elearning dominasi guru berkurang dan sebagian besar hanya berperan sebagai fasilitator dan bukan sebagai satu-satunya sumber belajar. Sebagai fasilitator guru semestinya dapat memfasilitasi siswa atau siswa agar dapat belajar setiap saat di mana saja dan kapan saja siswa merasa memerlukan. Proses belajar mengajar akan berjalan efektif dan efisien bila didukung dengan tersedianya media yang menunjang. Penyediaan media serta metodologi pendidikan yang dinamis, kondusif serta dialogis sangat diperlukan bagi pengembangan potensi siswa secara optimal.

 Hal ini disebabkan karena potensi peserta didik akan lebih terangsang bila dibantu dengan sejumlah media atau sarana dan prasarana yang mendukung proses interaksi yang sedang dilaksanakan. Media dalam perspektif pendidikan merupakan instrumen yang sangat strategis dalam ikut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sebab keberadaannya secara langsung dapat memberikan dinamika tersendiri terhadap siswa. Dengan keterbatasan yang dimiliki, manusia seringkali kurang mampu menangkap dan menanggapi hal-hal yang bersifat abstrak atau yang belum pernah terekam dalam ingatannya. Untuk menjembatani proses internalisasi belajar mengajar yang demikian, diperlukan media pendidikan yang memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam menangkap pesan-pesan pendidikan yang disampaikan. Oleh karena itu, semakin banyak siswa disuguhkan dengan berbagai media dan sarana prasarana yang mendukung, maka semakin besar kemungkinan nilai-nilai pendidikan mampu diserap dan dicernanya.

 Kemajuan ICT (information and communication technology), proses ini dimungkinkan dengan menyediakan sarana pembelajaran online melalui internet dan media elektronik. Konsep pembelajaran berbasis ICT seperti ini lebih dikenal dengan e-learning. E-Learning merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Banyak orang menggunakan istilah yang berbeda beda dengan e-learning, namun pada prinsipnya e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai alat bantunya. E-Learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran yang yang relatif baru di Indonesia.

E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan Komputer lain. Salah satu contoh e-learning madrasah yang berada di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia RI merupakan sebuah aplikasi gratis produk madrasah yang ditujukan untuk menunjang proses pembelajaran di madrasah dari mulai Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidayah (MI), Madarasah tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) agar lebih terstruktur, menarik dan interaktif. E-learning madrasah memiliki 6 role akses diantaranya : Operator madrasah, guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling, wali kelas, siswa dan supervisor (kepala madrasah dan jajarannya). Dalam masing-masing 6 role tersebut memiliki menu icon berikut dengan sub menu icon tersediri. Role guru mata pelajaran memiliki menu icon seperti forum madrasah, kelas online, kalender, komunikasi dan notifikasi. Dalam menu icon ini memiliki sub menu icon seperti menu icon kelas online memuat sub menu icon berupa timeline kelas, standar kompetensi; menu khusus untuk guru (kompetensi, KKM, RPP, bahan ajar, penilaian KI3 dan KI4 dan ujian CBT ),  menu khusus untuk peserta didik (absensi dan lembar CBT, penilaian KI3 dan KI4), dan menu komunikasi siswa dengan guru dan guru dengan siswa (komunikasi, monitoring dan notifikasi),bahkan suvervisi  dapat dilakukan kepala madrasah via elearning.

Banyaknya menu yang disediakan untuk guru dalam elearning menuntut kinerja dan professional seorang guru dalam mengisi dan melaksanakan proses pembelajaran pada masa wabah covid-19 sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Hal ini menampik cerita miring bahwa guru di masa covid-19 tidak menjalankan tupoksinya sebagai guru dan menerima gaji begitu saja alias gaji buta. Kinerja dan profesional guru pada masa ini lebih dituntut ketimbang pada masa sebelumnya dimana guru hanya melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian secara tatap muka, pada masa ini guru dituntut selain berkompetensi di bidang yang diampunya guru juga dituntut untuk mahir dalam bidang ICT.

Seorang guru yang melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi e-learning madrasah tentunya sudah mendapatkan manfaat tersendiri, disamping dapat melaksanakan proses pembelajaran dan berjumpa dengan siswa (walaupun di dunia maya) juga meningkatkan produktifitas seorang guru, bagaimana tidak guru yang secara terus-menerus hadir dan mengisi pembelajaran di e-learning, maka akan memiliki koleksi-koleksi yang berkaitan dengan pembelajaran di internet yang mudah diakses oleh guru itu sendiri dan para siswa di manapun dan kapanpun diinginkan, seperti koleksi RPP, PPT, video pembelajaran, bank soal dan lain-lain..

Proses pembelajaran menggunakan e-learning memiliki kelebihan dan kekurangan seperti pembelajaran jarak jauh, e-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas, e-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan atau materi, siswa dengan guru, guru dengan suvervisor, fleksibilitas dari sisi waktu dan tempat, suasana tidak menegangkan siswa lebih berani melakukan latihan online karena tidak takut malu atau dibentak kalau melakukan kesalahan, siswa dapat merasa senang dan tidak bosan dengan materi yang diajarkan karena menggunakan alat bantu seperti video, audio dan juga dapat menggunakan alat bantu seperti komputer.

Selain memiliki beberapa keunggulan, pemanfaatan e-learning pun memiliki beberapa kekurangan diantaranya: terutama dari sisi kebutuhan investasi jaringan pendukung dengan perangkat lunaknya. Untuk dapat memperoleh manfaat yang optimal dari e-learning dibutuhkan dukungan jaringan yang tepat dan stabil, guru banyak yang belum siap menggunakan metode e-learning dan masih belum terampil menggunakan fasilitas seperti video dan komputer, dan kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini.

Proses pembelajaran dengan menggunakan e-learning madrasah merupakan salah satu pilihan yang tepat di masa pandemi covid-19 dalam pemenuhan tupoksi sebagai seorang guru yang menuntut kinerja profesional dan mewujudkan guru yang produktif walaupun memerlukan usaha maksimal, insyaallah guru bisa.

Untuk meminimalisir kesulitan guru untuk mengapload bahan ajar di aplikasi e-learning, untuk itu kami penulis menyarankan agar berikutnya terdapat pembenahan dan perbaikan di aplikasi tersebut. Dan guru terus semangat untuk memahami hal-hal baru yang menunjang karir kita agar menjadi guru yang selalu produktif demi mewujudkan generasi penerus penghadang masa depan di abad serba canggih. Semoga Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us