RESESI EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP MADRASAH SWASTA

Oleh: Khairusman, M.A.

(Kepala MIS Miftahul Ulum Kab. Kampar)

Resesi ekonomi yang ditakuti oleh negara-negara di dunia itu akhirnya datang juga.  Banyak negara-negara yang mengalami resesi dibidang ekonomi, seperti Jepang, Singapura, Indonesia, dan lain-lain. Termasuk juga China, dan Amerika Serikat yang secara ekonomi merupakan negara terkuat  dibidang ekonomi tapi  tak luput dari resesi. Resesi ini tampaknya tidak dapat  dihindari. Karena hal ini merupakan dampak mewabahnya virus corona di seluruh dunia yang sampai saat ini masih terus meluas tanpa dapat dihentikan. Tentu saja dampak dari resesi ini sangat besar terhadap perekonomian masyarakat secara luas dan khusunya dalam bidang pendidikan yakni madrasah swasta.

Pengertian Resesi

            Apa itu resesi ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Resesi adalah kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti).Sedangkan menurut Kamus Istilah Ekonomi Populer, “Resesi adalah penurunan perekonomian suatu negara yang tercermin dalam kegiatan ekonomi secara agregat sekalipun ukuran yang digunakan bersifat subjektif, umumnya resesi terjadi pada saat pendapatan nasional kotor turun dalam dua kwartal berturut-turut; dan peningkatan pengangguran secara tajam.” Dengan demikian, pengertian resesi adalah penurunan perkekonomian yang ditandai dengan kelesuan dalam kegiatan dagang industri, secara agregat, pendapatan nasional kotor turun dalam dua kwartal berturut-turut, dan peningkatan pengangguran secara tajam.

Faktor Penyebab Resesi

            Hampir semua penduduk  dunia tahu bahwa biang keladi resesi ekonomi di tahun 2020 ini, terutama disebabkan oleh pandemi Covid-19.  Kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Social Distancing (Pembatasan Kegiatan Sosial) telah berdampak hebat terhadap perekonomian masyarakat. Menurut Forbes dalam tirto.id, resesi disebabkan beberapa faktor:

  1. Guncangan ekonomi yang mengganggu kinerja finansial.

Saat ini, wabah virus corona atau Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh negara di dunia, menjadi salah satu penyebab resesi di berbagai negara, misalnya Singapura dan Korea Selatan

  1. Utang yang berlebihan.

Ketika individu atau bisnis memiliki terlalu banyak utang dan tak mampu membayar tagihan mereka, dapat menyebabkan kebangkrutan kemudian membalikkan perekonomian.

  1. Gelembung aset.

Hal ini terjadi ketika investasi didorong oleh emosi. Misalnya pada 1990-an saat pasar saham mendapat keuntungan besar. Investasi yang didorong oleh emosi ini menggembungkan pasar saham, sehingga ketika gelembungnya pecah, maka akan terjadi panic selling yang tentunya dapat menghancurkan pasar dan menyebabkan resesi.

  1. Inflasi yang tinggi.

Inflasi adalah tren harga yang stabil dan naik dari waktu ke waktu. Inflasi bukanlah hal yang buruk bagi ekonomi. Tetapi inflasi yang “berlebihan” dapat membahayakan resesi.

  1. Deflasi yang tinggi.

Meskipun inflasi yang tak terkendali dapat menyebabkan resesi, deflasi dapat menjadi lebih buruk. Deflasi adalah saat harga turun dari waktu ke waktu, yang menyebabkan upah menyusut, yang selanjutnya menekan harga. Ketika deflasi lepas kendali, orang dan bisnis berhenti berbelanja, mana hal ini berdampak pada ekonomi suatu negara. Deflasi yang tak terkendali pernah dialami Jepang yang menyebakan resesi. Jepang berjuang sepanjang tahun 1990-an untuk keluar dari resesi tersebut.

Dampak Resesi Terhadap Madrasah Swasta

Berikut beberapa dampak resesi ekonomi terhadap madrasah khususnya madrasah swasta, yaitu:

  1. Orangtua siswa kehilangan pendapatan.

Salah satu dampak yang cukup mengerikan adalah masyarakat atau orang tua siswa madrasah bisa kehilangan pendapatan. Hal ini terjadi karena perlambatan ekonomi membuat beberapa perusahaan tutup dan tidak beroperasi lagi. Dengan begitu, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan demikian orang tua siswa tidak memiliki penghasilan untuk membayar biaya pendidikan anak-anaknya di madrasah swasta, sehingga yang terjadi banyak tunggakkan pembayaran uang komite. Akibatnya guru-guru madrasah tidak menerima honor dari pihak madrasah.

  1. 2. Turunnya daya beli orang tua siswa

Dengan banyaknya orang tua siswa dan masyarakat yang menganggur maka berpengaruh pula pada tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat yang menurun. Oleh karena daya beli menurun diperkirakan orang akan memindahkan anaknya dari madrasah swasta ke madrasah/sekolah negeri yang biaya pendidikan anaknya gratis atau ditanggung pemerintah pusat maupun daerah.

  1. Guru madrasah tidak terima honor

Madrasah swasta yang mengangkat guru honor  tidak dapat berbuat  untuk membayar honor guru yang mengajar di madrasahnya. Penyebabnya karena pihak madrasah tidak lagi mendapatkan sumbangan dana dari orangtua siswa, donatur dan masyarakat setiap bulannya. Selama ini madrasah sangat tergantung  dengan bantuan dana tersebut untuk membayar semua biaya pendidikan di madrasah tersebut.

  1. Jumlah siswa berkurang.

    Selama Covid-19 mewabah  telah terjadi pengurangan jumlah siswa pada madrasah swasta, kenyataan itu terjadi pada pada Penerimaan Peserta Didik Baru( PPDB) yang lalu. Hal ini dikarenakan para orang tua cendrung melanjutkan pendidikan putra putrinya ke sekolah / madrasah yang biaya pendidikannya dibiayai oleh pemerintah, sehingga jumlah siswa di madrasah swasta cendrung berkurang. dengan berkurangnya jumlah  siswa, maka makin berkurang juga dana yang terima pihak madrasah. 

Solusi

Permasalahan di atas, perlu dicarikan jalan keluar yang terbaik agar madrasah swasta tetap eksis di masa pandemi dan resesi ini. Bagaimanapun juga madrasah  merupakan aset bangsa yang perlu dijaga agar anak-anak kita tetap dapat belajar di sana untuk kelansungan  pendidikannya guna meraih masa depan yang cemerlang.   Adapun solusi-solusinya sebagai berikut:

  1. Dana BOS ditingkatkan jumlahnya

Dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) yang disalurkan Kementerian Agama ke madrasah swasta sangat besar artinya bagi madrasah . Karena dana tersebut dipergunakan  untuk  biaya operasional  dan membayar honor tenaga pendidik dan kependidikan madrasah. Tapi dari jumlah dana BOS yang ada sekarang sebayak Rp. 900.000 persiswa per tahun bagi  MI, Rp 1.100.000  untuk  MTs dan Rp500.000,- untuk  MA. Jumlah tersebut terasa sangat sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan riil madrasah . Apalagi jika suatu madrasah jumlah siswanya sangat sedikit, maka dana yang diterima madrasah  juga sedikit. Karena begitu pentingnya dana ini bagi madrasah sebaiknya ditingkatkan  jumlahnya sesuai kebutuhan riil madarsah. Bukan  berdasarkan jumlah siswa  seperti yang berlaku saat ini. Sehingga dana tersebut dapat berdaya  dan berhasil guna untuk meningkat mutu pendidikan madrasah. Dengan begitu madrasah-madrasah swasta di Indonesia dapat maju  dan berkembang serta menghasilkan lulusan yang berkulalitas

  1. Madrasah punya usaha mandiri

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah swasta mau tidak mau suka tidak suka haruslah mempunyai usaha sendiri tanpa banyak bergantung dan berharap pada pemerintah. Karena madrasah swasta adalah swadaya masyarakat setempat yang ingin mendidikan pendidikan madrasah yang berciri Islam.

  1. Bantuan Sosial untuk guru madrasah

Pandemi yang disebabkan Covod-19 telah membuat guru madrasah kehilangan pendapatan. Pihak madrasah sebagai penanggungjawab pendapatan guru madarah juga terkena imbas dan  tidak berdaya  untuk dapat menunaikan kewajibannya. Pemerintah yang memiliki kekuasaan terutama dibidang ekonomi tentu diharapkan bantuannya untuk mengurangi kesulitan ekonomi para guru melalui bantuan sosial. Bantuan tersebut berupa   bantuan tunai lansung selama resesi. Dengan demikian ekonomi para guru terselamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us