Sejarah Kampus

Assalamu Álaikum, Wr.Wb

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau berada di bawah naungan yayasan KIFAYATUL AKHYAR dengan SK Menkumham Nomor: AHU-3210.AH.01.04. Tahun 2014. Kifayatul Akhyar diambil dari nama kitab fiqih karya Taqiyyuddin Abu Bakr bin Muhammad Al-Hishni yang artinya Ketercukupan bagi orang-orang baik. Nama ini ada kesamaan dengan nama pendiri yakni Dr. Yundri Akhyar, MA. beliau mendirikan Yayasan ini bersama istri tercintanya, Eli Sutrawati, S.Pd. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan Islam yang didirikan bulan April 2014. Pendirian ini merupakan hasil inisiatif pendiri yang ingin menjadikan lembaga ini sebagai wadah untuk penanamkan pendidikan Islam pada generasi Islam.

Sebelum berdirinya Yayasan sebagai payung hukum bagi unit-unit lembaga, terlebih dahulu pendiri mendirikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Yang bertempat di rumah pribadi pendiri, kemudian berpindah ke masjid di sekitar komplek perumahan yaitu Masjid Al-Jauhar, karena masjid ini dalam proses pembangunan jadi suasana belajar santri jadi terganggu dan kurang efektif maka pindah lagi ke rumah pribadi pendiri yaitu perum. Mutiara Garuda Sakti blok H 15. MDTA ini mulai berdiri pada tahun 2012 yang diberi nama MDTA BAHASA ARAB diberi nama Bahasa Arab, karena pendiri ingin menanamkan kemampuan bahasa arab dasar kepada generasi muda. Setelah pendiri melakukan monitoring di beberapa MDTA yang ada di Pekanbaru, ia melihat santri sangat minim sekali yang mengerti dan mampu bahasa Arab dasar, dengan alasan itu pendiri berniat untuk mendirikan MDTA yang akan memperkuat Bahasa Arab di samping pelajaran lain. Setelah dua tahun MDTA ini berjalan kemudian pendiri mulai mendirikan sekolah dasar yang diberi nama MI AL-ALIKIFAYAH kemudian MDTA dan TPQ nya ikut berganti nama yaitu MDTA AL-KIFAYAH dan TPQ AL-KIFAYAH untuk penyesuaian dengan nama yayasan Kifayatul Akhyar.

Pada tahun 2015, sesuai dengan tingginya animo masyarakat yang ingin pendalaman pendidikan Islam pada anak-anak mereka, Perguruan Al-Kifayah mendirikan pula tingkat MTs/SMP Terpadu dengan kurikulum pesantren, madrasah dan umum. Di kelas ini, santri diajarkan kitab-kitab Arab gundul, selain kurikulum madrasah dan umum. Dengan kurikulum terpadu antara pesantren, madrasah dan umum yang diterapkan oleh perguruan Al-Kifayah dengan harapan lembaga ini lebih unggul dari madrasah dan sekolah lain. Terlebih lagi lembaga ini menarapkan Fullday School. Dengan demikian, waktu santri lebih maksimal berada di lembaga daripada di rumah masing-masing sehingga pengaruh lingkungan yang negatif bisa terhindarkan.

Sesuai pula dengan fokus dalam pengembangan pendidikan Islam di Riau, pada tahun 2017 Yayasan Kifayatul Akhyar telah mendirikan perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau. Sesuai dengan namanya الكِفَايَة Al-Kifayah (artinya: Ketercukupan) berasal dari كِفَايَةُ اْلأخْيَار, kemudian kata اْلأخْيَار dihilangkan dan digantikan dengan ال, alif lam pada awal kata الكِفَايَة al-kifayah. Artinya tetap ketercukupan, tetapi maksudnya ketercukupan bagi orang-orang baik. Adapun nuansa optimistis yang terkandung dalam kata ini adalah semoga pembiayaan yang ditanggung oleh kampus ini termasuk gaji dosen, pegawai, dan operasional semua cukup. kemudian semua orang yang tergabung di kampus adalah orang-orang baik.

Pendirian kampus ini diawali 2 (dua) prodi; Pendidikan Guru Madrasah Ibdidaiyah (PGMI) strata 1 dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Strata 1. Pengurusan izin perguruan tinggi ini telah dimulai dari 2016 dan keluar izin pada tanggal 23 Maret 2017. Dan akan menyusul prodi-prodi berikutnya.

Dari segi kecepatan izin, kampus ini izinnya yang tercepat se-Indonesia, sebab satu tahun menunggu, izin pun keluar sedangkan kampus lain ada yang empat, lima, bahkan sampai sembilan tahun menunggu. Dari segi perkembangan mahasiswa, kampus ini juga tercepat, karena tahun pertama buka sudah mencapai 204 orang mahasiswa sehingga pada tahun kedua mahasiswa telah mencapai sebanyak 397. Untuk kemudahan akses mahasiswa dalam mengikuti kuliah, kampus ini berada di dua lokasi, 1). Jl. Uka Perum. Mutiara Kecamatan Tampan Pekanbaru, 2). Jl. Kartini Kelurahan Simpang Empat Kecamatan Pekanbaru Kota – Pekanbaru. Motto: Unggul dan Berkarakter Islam. Motto: Unggul dan Berkarakter Islam.

Sungguh banyak tenaga dan pengorbanan yang telah tercurahkan oleh para pendiri dan pejuang awal pendirian perguruan tinggi ini. Maka selayaknya dalam sejarah ini akan disebutkan nama-nama mereka agar generasi berikutnya bisa mengingat dan menghargai mereka. Adapun nama-nama pendiri adalah sebagai berikut: 1. Dr. Yundri Akhyar, MA, Maspuri, M.Pd. 3. Wandi Syahputra, M.Pd. 4. Mukhyar Buchari, MA. 5. Deni Jaya Saputra, S.Sos MH.

Sedangkan nama-nama pejuang periode awal adalah: 1. Zalisman, M.Pd 2. Nurhayati, M.Pd 3. Evi Rahayu, M.Pd 4. Nofita Tryana,M.Pd 5. Ayu Purnama Sari, M.Pd 6. Inmar Yanto, M.Pd 7. H. Zaitun Abidin, M.Pd 8. Miftahurrahman, MA, 9. Aidillah Suja, M.Pd. 10. Fajar Alam Hamzah, M.Pd 11. Boharuddin, M.Pd 12. Connaidi, M.Pd.I. 13. Elvi Susanti, M.Pd. 14. Eli Sutrawati, S.Pd. 15. Taufik Akbar, S.Pd 16. Pendrianto, S.Pd. 17. Rosi Susanti, S.Sy S.Pd. Keterlibatan mereka bukan ketika kampus sudah berdiri tetapi mulai proses persiapan pendirian, visitasi hingga keluarnya izin operasional. Pejuang-pejuang tersebut akan disusul oleh para pejuang berikutnya yang tidak kalah semangat dari pejuang awal. Setiap perjuangan mereka tanam tidak akan sia-sia, ia akan terus memberikan manfaat untuk ummat dan akan mendatangkan kebaikan bagi pejuang itu sendiri. Oleh karena kampus ini sangat membutuhkan tambahan keterlibatan dari para pejuang-pejuang baru yang punya keinginan, kesungguhan dan ketulusan dalam mengembangkan kampus.

Perlu diketahui bahwa kampus ini merupakan kampus kebersamaan, sebagaimana slogan yang selalu didengungkan sejak awal, berlaku hukum tabur tuai artinya siapa yang menanam ia akan menuai (mai yazra`u yahshudu). Maksudnya siapa yang bersungguh-sungguh berjuang untuk kemajuan kampus ini, baik dari generasi awal maupun generasi berikutnya, maka ia punya tempat istimewa di lembaga ini. Perjuangannya akan terus dihargai sebagaimana layatnya orang yang telah berjuang, karena orang yang berkorban ia yang mengerti kondisi dan setuasi lembaga. Pengorbanan baik dari moril dan materil dari para pejuang diharapkan berkelanjutan agar kampus ini tetap kuat dan semakin maju di masa-masa mendatang. Insyaa Allah.

× Chat with us