SIAP MENGISI TAHUN AJARAN BARU DENGAN MEMANFAATKAN GOOGLE SITE

Oleh:
Waltini, S. Pd
(Guru SMA Negeri 1 Koto Gasib)

 Meski telah lebih setahun, pandemi Covid 19 masih belum sirna dari kehidupan kita. Perubahan kebiasaan menjadi new normal mau tidak mau harus ditempuh demi hidupnya kehidupan itu sendiri. Pembiasaan 3M yang semula Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak telah beranjak menjadi 5M sesuai anjuran Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yakni dengan penambahan Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. 

Dunia pendidikan sendiri masih sangat dinamis. Pakar pendidikan tetap harus meraba-raba cara efektif yang dapat diterapkan bagi seluruh anak bangsa. Namun demikian, waktu tak dapat dihentikan. Masa studi peserta didik tetap berjalan seiring bertambahnya usia mereka. Untuk itulah berbagai cara yang memungkinkan dapat dikembangkan, tentu saja sebaiknya diterapkan. Terutama pendidik yang bersentuhan langsung dengan peserta didik  dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Guru harus berinovasi, kemudian menjadi kata kunci agar proses belajar mengajar terus berlangsung apa pun kondisinya.

Salah satu pembelajaran yang memungkinkan adalah menggunakan Google Site. Yakni perangkat online cuma-cuma (gratis) yang tersedia pada Google Apps for Education yang penerapannya terstruktur dalam membuat situs web pribadi maupun kelompok, untuk keperluan personal maupun korporat. Salah satu yang menarik dari Google Sites adalah memungkinkan dan leluasanya pengguna untuk berkolaborasi dalam menyusun konten-kontennya. Dapat dilakukan dalam waktu bersamaan, dapat menentukan siapa saja yang menjadi pemilik situs, siapa yang mengedit, dan siapa yang hanya dapat melihat isi situs.

Google Site mendukung revision history, yakni fitur yang memungkinkan untuk mengembalikan sebuah laman web ke versi sebelum edit. Sehingga kesalahan proses editing tidak menjadi kekhawatiran. Selain itu, mudah diintegrasikan dengan Google Apps lainnya seperti Google Docs, Google Calender, Google Form, Spreedsheet, Presentasi, Video, dan sebagainya.

Untuk menyusun pembelajaran menggunakan Google Site dilakukan langkah berikut:

  1. Buka http://sites.google.com
  2. Login menggunakan akun Gmail atau akun Google Apps for Education
  3. Pilih “Start a new sites>tanda plus”
  4. Setelah terbuka halaman baru, ketikkan nama situs dan judul halaman, contohnya nama situs “Waltini Files” dan judulnya “Belajar Sejarah Bersama Bu Waltini”
  5. Selanjutnya terbuka halaman editor. Fiturnya yang sederhana memudahkan penyusun untuk menggunakan fungsi sesuai yang dibutuhkan. Seperti, undo, redo, preview, setting, more, publish dan sebagainya. Termasuk di sebelah kanan laman ini terdapat menu kostumisasi dengan tiga kategori. Yakni, insert, pages, dan Menu insert dapat menyisipkan laman editor dengan teks, gambar, tombol, divider/sekat, YouTube, Google Doc, daftar isi, dan sebagainya. Menu pages untuk menambahkan dan menampilkan jumlah halaman beserta strukturnya. Sedangkan menu themes untuk memilih di antara enam tema yang tersedia agar penampilan website menarik dan unik
  6. Setelah selesai editing, Website dipublikasikan dengan mengklik tanda publish.

Pembelajaran yang disusun dalam Website berupa materi beserta tahapan-tahapan sekaligus latihan-latihan soal berbentuk tautan (link), dapat diperbarui sewaktu-waktu. Untuk menampilkan pembaruan, tinggal mengulang kembali publishnya. Selain menarik, aplikasi pembelajaran ini dapat dipergunakan terus menerus sepanjang peserta didik dalam asuhan pendidiknya. Maksudnya, bukan hanya dalam satu tahun pelajaran saja.

Bukan hanya pada pembelajaran daring (online learning) atau pembelajaran bauran (blended learning), Google Site tetap memungkinkan digunakan bila saja pandemi berakhir. Sebab, kontennya yang aktual dapat dijadikan sumber belajar pendamping tatap muka di kelas. Atau juga sebagai sumber belajar utama peserta didik dengan mencetak dan menjadikannya sebagai modul.

Selanjutnya, perubahan adalah kenisbian yang tak dapat ditawar. Kegiatan rutin merancang pembelajaran saat sebelum semester dimulai, hendaknya kian adaptif pada setiap perubahan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us