SUKA DUKA TENAGA PENDIDIK DAN ORANG TUA SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19

LELY NOVIANI, S.Pd
Guru SDN 01 Suak Lanjut Kec. Siak Kabupaten Siak

Semenjak Pandemi Covid-19 menyerang di Indonesia, pemerintah mulai meliburkan sekolah-sekolah di semua jenjang seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Social distancing (pembatasan sosial) mulai dilakukan dengan membatasi segala kegiatan yang mengumpulkan massa. Protokol kesehatan mulai diterapkan disetiap lapisan masyarakat seperti: menggunakan masker, menjaga jarak apabila berada di tempat keramaian, Selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan setelah selesai melakukan segala jenis aktivitas.

Menurut Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) pada point 2 berbunyi “bahwa proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan yakni: (1) Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring / jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pegalaman. (2) Bekerja dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid -19. (3) Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses / fasilitas belajar di rumah. (4) Bukti atau produk aktivitas Belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru tanpa diharuskan memberi skor dengan nilai kuantitatif”.

Belajar dari rumah juga merupakan tujuan pendidikan nasional yang terdapat pada UUD Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pembelajaran daring maupun luring mulai diterapkan di dunia pendidikan. Jika dilihat dari KBBI Kemendikbud, daring adalah akronim dalam jaringan, terhubung melalui jejaring computer, internet, dan sebagainya. Di era new normal, guru dan siswa melakukan kegiatan belajar dan mengajar secara daring, termasuk pada saat pemberian tugas.  Pembelajaran Daring  dilakukan melalui classroom. Zoom meeting, google meet, WhatsApp dan banyak lagi cara lain yang dilakukan agar dapat berkomunikasi dengan siswa. Berbeda dengan daring, sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang memerlukan tatap muka. Menurut KBBI Kemendikbud, luring adalah akronim dari luar jaringan, terputus dari jejaring computer. Misalnya melalui program belajar di televisi atau melalui buku pegangan siswa.

Dalam pelaksanaan belajar dengan sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini banyak kendala yang dihadapi baik oleh guru, orang tua maupun siswa. Berikut adalah beberapa kendala yang dihadapi guru, orang tua dan siswa selama daring atau PJJ di rumah sebagai berikut.

GURU

ORANG TUA

SISWA

Guru kesulitan mengelola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum

Tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab lainnya (kerja, urusan rumah, dsb)

Siswa kesulitan konsentrasi belajar dari rumah dan mengeluhkan beratnya penugasan sekolah dari guru

Waktu pembelajaran berkurang sehingga guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar dan Guru kesulitan berkomunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah disebabkan akses komunikasi yang jauh dan jaringan internet tidak stabil

Kesulitan orang tua dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah

Peningkatan rasa stress dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi siswa

Pembelajaran daring bisa dilakukan oleh siswa yang mempunyai smartphone secara pribadi, atau yang orang tua yang mempunyai smartphone. Kegiatan ini mungkin bisa berjalan dengan baik apabila orang tua mempunyai anak 1 atau 2 anak dengan sebuah smartphone, tapi bagaimana dengan orang tua yang mempunyai anak lebih dari 2 dengan sebuah smartphone yang tugas online anak setiap hari masuk dan harus diselesaikan, sehingga menimbulkan masalah baru dalam keluarga tersebut. Keluhan-keluhan seperti ini yang dikemukakan oleh orang tua siswa ketika mengantarkan tugas ke sekolah atau mengirimkan tugas secara online. Pelaksanaan video conferences juga terkendala karena handphone yang digunakan siswa untuk belajar online juga digunakan oleh orang tua untuk bekerja.

Dari kendala yang dihadapi guru, orang tua dan siswa, pemerintah menyediakan kuota internet yang dibagikan kepada guru dan siswa untuk mempermudah melakukan tatap muka dengan siswa melalui video conferences dengan berbagai macam aplikasi yang memudahkan siswa dan guru untuk berkomunikasi secara langsung dan siswa dapat menambah pengetahuan dengan mengunjungi rumah belajar. Dari pembelajaran daring yang telah dilaksanakan agar maksimal, maka ditambah dengan pembelajaran luring.

Pembelajaran luring yang menjadi solusi yang bisa dilakukan oleh guru seperti berikut ini:

  1. Menyiapkan modul yang dapat diambil ke sekolah untuk dikerjakan siswa di rumah, materi pada modul tersebut dijelaskan guru melalui online dan mengerjakan soal yang terdapat pada modul.
  2. Membentuk kelompok kecil bagi siswa yang tidak punya smartphone, agar kegiatan belajar tetap dapat dilaksana
  3. Menyediakan waktu bagi siswa dan orang tua yang ingin bertanya tentang materi pembelajaran yang tidak dipahami, khususnya orang tua yang sebagai mitra belajar anak di rumah.

Harapan kita semua walaupun Pandemi Covid-19 sedang melanda negara kita , tujuan Pendidikan Nasional tetap kita laksanakan, guru tetap melaksanakan kewajibannya dan siswa tetap mendapatkan haknya dengan cara daring ataupun luring. Semoga pandemi covid -19 ini segera berakhir sehingga guru dan siswa dapat bertatap muka kembali. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares
× Chat with us